Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini Jadi Tersangka

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (14/8/2013) sore.

Penetapan tersebut dijelaskan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto sebagaimana melalui proses gelar perkara dari hasil pemeriksaan.

"Menyetujui untuk meningkatkan proses pemeriksaan, menjadi tahapan penyidikan," kata Bambang di kantor KPK, Jakarta, Rabu sore.

Dituturkan Bambang, selain Rudi, KPK menetapkan dua orang pihak swasta berinisial S dan A terkait kasus suap tersebut.

S dari pihak perusahaan swasta diduga sebagai pemberi suap berkaitan dengan proyek di SKK Migas. Sementara, Rudi dan A diduga sebagai penerima.

S diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Rudi dan A diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Barang bukti yang diamankan KPK yakni uang sejumlah 400 dollar Amerika Serikat dalam operasi tangkap tangan. Kemudian uang disita dari rumah R saat melakukan penggeledahan 90 ribu dolar AS serta 127 ribu dolar Singapura. Sementara di rumah A disita uang 200 ribu AS.

Baca Juga:

Dahlan Iskan: Rudi Rubiandini Miliki Banyak Lawan dalam Dunia Migas

SMAN 2 Tasikmalaya tak Percaya Rudi Terima Suap

Hingga Rabu Siang Keluarga Rudi Rubiandini Masih Bungkam

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.