Kepala UKP4 dapat gelar doktor kehormatan karena tsunami Aceh

MERDEKA.COM. Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto dianugerahi gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa dari Universitas Northeastern, Boston, Amerika Serikat.

Penganugerahan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Kuntoro dalam penerapan kepakaran dalam ilmu keputusan. Kepakarannya dinilai mumpuni hingga menuai pengakuan dunia terutama ketika menjadi komandan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pasca tsunami Aceh pada 2005-2009.

Kuntoro Mangkusubroto pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN pada tahun 1999. Kuntoro juga pernah duduk sebagai Menteri ESDM era Presiden Soeharto dan BJ Habibie dan pernah menjabat sebagai Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR).

Dalam tugasnya sebagai Kepala BRR, Kuntoro diuji dalam pengambilan keputusan. Menurut dia, ujian tersebut bukan hanya dari alam tetapi juga dari manusia dan konfliknya.

"Menghadapi alam itu seperti menghadapi masalah yang relatif tertata. Sedangkan dengan orang, tidak tertata. Alam tidak berpikir tetapi orang berpikir. Dari situlah kita dilatih untuk menganalisis dan bernegosiasi," ujar dia dalam acara public lecture alumni ITB di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (6/9).

Salah satu terobosan penting di Aceh adalah pemanfaatan informasi geografis ke dalam sistem pengendalian pembangunan nasional dan daerah.

"Saking banyak dan bernilainya pembelajarannnya sampai-sampai saya berani menyatakan, itu semua warisan dari Aceh untuk Indonesia bahkan Dunia," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.