Kepastian rencana smelter tembaga Freeport-Tsingshan akhir Maret

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto mengungkapkan rencana pembangunan smelter tembaga kerja sama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan perusahaan asal China Tsingshan Steel akan dipastikan pada akhir Maret mendatang.

"Soal rencana pembangunan smelter copper (tembaga) di Weda Bay, kerja sama antara Freeport dan Tsingshan, prosesnya sedang berjalan negosiasinya. Targetnya memang akhir bulan Maret sudah conclude (diputuskan)," katanya dalam jumpa pers virtual, Jumat.

Seto menjelaskan proyek smelter tembaga berkapasitas 2,5 juta ton input konsentrat itu akan jadi kerja sama yang atraktif bagi Freeport. Pasalnya, sebagian besar investasinya akan ditanggung oleh Tsingshan. Freeport disebutnya hanya perlu memberikan pendanaan sekitar 7,5 persen dari total investasi sekitar 2,5 miliar dolar AS.

"Ini yang menarik buat Freeport karena selama ini mereka mengatakan bahwa smelter copper tidak profitable, capex-nya mahal. Nah ini Tsingshan memiliki teknologi yang bisa menekan angka capex-nya, dan mereka berani memberikan pendanaan capex maksimal," urainya.

Seto menilai rencana kerja sama tersebut juga atraktif bagi Freeport karena perusahaan tambang asal AS itu tidak perlu membiayai secara penuh pembangunan smelter, seperti yang dilakukan di Gresik, Jawa Timur.

Kendati demikian, pemerintah tetap meminta komitmen Freeport untuk bisa menyelesaikan pembangunan smelter di Gresik.

"Mereka (Freeport) harus kasih semacam keyakinan ke pemerintah kalau mereka comply (patuh). Tapi kalau saya lihat track record-nya sejauh ini mereka komitmen dari sisi timeline dan cost," ujarnya.

Di sisi lain, Seto menjelaskan pembangunan smelter tembaga menjadi upaya strategis bagi Indonesia untuk bisa mendorong hilirisasi mineral. Tembaga sendiri menjadi satu dari komoditas utama Indonesia yang bernilai strategis di masa depan, khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan selain nikel dan bauksit.

Di kendaraan listrik, kandungan tembaga mencapai empat kali lebih tinggi dibandingkan mobil biasa. Begitu pula kandungan tembaga di peralatan energi baru terbarukan seperti panel surya dan tenaga angin.

"Tsingshan akan membangun hilirisasi tembaga, itu yang kita minta. Jadi tidak hanya berhenti di copper cathode, tapi kami ingin turunannya mereka bangun juga," katanya.

Baca juga: Freeport akui didekati Tshingshan bangun smelter tembaga di Halmahera
Baca juga: Amman Mineral pastikan pembangunan "smelter" di NTB terus berjalan
Baca juga: Antam segera realisasikan pabrik pengolahan tembaga