Kepeduliaan Terhadap Kesehatan Jantung Digambarkan Melalui Fashion, Karya Seni, Hingga Buku

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Selain penyakit jantung bawaan, kini anak muda mudah terserang penyakit mematikan ini. Esti Nurjadin Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia mengatakan hal ini terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat hingga asupan nutrisi yang kurang baik.

"Kini kaum muda juga mudah terkena penyakit jantung selain jantung bawaan. Hal ini dikarenakan makanan yang tidak sehat seperti junk food, merokok, sebenarnya penyakit ini banyak faktornya juga. Jadi tidak hanya rutin olahraga namun banyak aspek yang perlu diperhatikan," ujar Esti dalam acara 40 Tahun Yayasan Jantung Indonesia, Peluncuran Buku Kolaborasi Seniman & Desainer.

Melihat hal tersebut, Yayasan Jantung Indonesia pun selalu mengingatkan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan jantung.

"Sejak awal didirikan,YJI mengusung misi untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu, agar bisa mendapatkan akses medis maupun finansial demi keselamatan dan kesehatan jantung. Tercatat hingga bulan Agustus 2021, YJI telah memberikan bantuan kuratif dan rehabilitatif bagi 2.175 pasien dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera. Hal tersebut tentu saja merupakan hasil jerih payah seluruh komponenYJI dalam hal penggalangan dana, serta dukungan dari para donatur, sehingga berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dapat berjalan dengan baik,” ujar Esti Nurjadin, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.

TERKAIT: 9 Penyebab Pembengkakan Jantung yang Harus Disadari

TERKAIT: Bisa Berdampak Positif, 5 Hal Ini Jaga Jantung Lebih Sehat

TERKAIT: Menu Hari Ini: Sandwich Keju, Gulai Jantung Pisang dan Bandeng Bakar

Untuk menjangkau semua kalangan, memasuki usia 40 tahun Yayasan Jantung Indonesia dirayakan dengan berkolaborasi dengan 11 seniman kontemporer dan 16 perancang busana dan perhiasan lewat tema “Show Your He(art).

Para seniman tersebut adalah Aditya Novali, Agus Suwage, Angki Purbandono, Davy Linggar, Eddie Hara, Meliantha Muliawan, Mella Jaarsma, Mujahidin Nurrahman, Mulyana, Octora Chan, dan Syagini Ratna Wulan. Sedangkan para desainer adalah Adrian Gan, Auguste Soesastro, Cara Faye, Didit Hediprasetyo, Eddy Betty, fbudi, Ghea Panggabean, Harry Halim, Heaven Tanudiredja, Major Minor, Sebastian Gunawan, Sejauh Mata Memadang, Stella Rissa, Tangan, Toton, dan Tulola Jewelry.

Berbagai karya seni dan fashion pun dibuat dengan tema jantung yang memiliki pesan membangkitkan kepedulian pada pentingnya penanganan penyakit jantung. Misalnya saja Happy Salma perwakilan Tulola Jewelry mengatakan membuat bros yang terinspirasi dari pembuluh darah. Serta anting subeng khas Bali.

"Awalnya bros itu terinisprasi dari alam di Ubud dari akar pepohonan, namun akar tersebut berkesinambungan dengan pembuluh darah dan akar pun sebagai sumber kehidupan sama seperti jantung. Untung satu item bisa mengahabiskan 44 jam karena dibuat handmade.

Selain itu adapula, karya Ghea Panggabean yang terinspirasi juga pembuh darah dengan menggunakan jumputan dengan aneka warna. Ia juga membuat porselen piring dengan tema jantung. "Saya bikin dua karya, satu busana dan piring poselen," ujarnya.

Berkat dukungan para seniman dan desainer, terkumpul lah sejumlah total 48 karya. Selain ditampilkan ke dalam buku, karya-karya tersebut juga dipresentasikan ke dalam pameran tertutup berjudul “Berdetak: 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” di Museum Nasional Indonesia.

Hingga saat ini, donasi karya telah dapat membantu kurang lebih 20 anak dengan cacat jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera, dalam bentuk bantuan deteksi dini, kuratif dan rehabilitatif. Pameran tertutup tersebut juga dimanfaatkan untuk rekaman pameran virtual, yang mulai 9 November 2021, dapat dinikmati oleh publik melalui website.

bros Tulola Jewelry
bros Tulola Jewelry
Karya Ghea Panggabean
Karya Ghea Panggabean

Peluncurkan Buku

Kepeduliaan Terhadap Kesehatan Jantung Digambarkan Melalui Fashion, Karya Seni, Hingga Buku
Kepeduliaan Terhadap Kesehatan Jantung Digambarkan Melalui Fashion, Karya Seni, Hingga Buku

Tidak hanya karya seni, perayaan 40 tahun Yayasan Jantung Indonesia juga meluncurkan buku “Berdetak 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia”.

Berbentuk coffee table book, buku tersebut dimaknai sebagai literasi dalam mengulas kembali sejarah pendirian dan perjalananYJI. Diakui oleh para pengurus, buku tersebut juga menjadi cara dalam mengapresiasi kerja keras dan pengabdian para pendiri, pengurus, dokter, dan relawan, yang telah berdedikasi penuh selama 40 tahun, bekerja sama dengan pemerintah dalam angka penyakit jantung dan kardiovaskular di Indonesia.

Buku ini dibuat pada saat terjadinya pandemi COVID-19, bekerja sama dengan Adhvan Media sebagai penerbit buku. Proses pembuatan buku ini dijadikan momentum untuk penggalangan dana dalam rangka tindakan kuratif dan rehabilitatif bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera.

Diinisiasi oleh Didit Hediprasetyo sebagai Creative Director dari Adhvan Media, proses pembuatan buku dimulai dengan mengundang para seniman kontemporer dan perancang busana untuk mendonasikan karya bertema “jantung”. Karya-karya tersebut, didonasikan untuk menggalang dana demi membantu pasien dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera. Kerjasama dengan para seniman kontemporer dan desainer fashion dan aksesori ini, diharapkan dapat meningkatkan awareness lebih luas lagi tentang pentingnya kesehatan jantung.

Adapun buku “Berdetak 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” ini, akan dijual kepada masyarakat umum, dan seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan juga bagiYJI untuk mendukung dan mewujudkan program-program di masa mendatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel