Kepercayaan Publik atas Kabinet SBY-Boediono Anjlok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dua kasus yang menerpa dua menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II pemerintahan SBY-Boediono mengakibatkan kepercayaan publik melorot. Hanya dalam dua tahun kepemimpinan, kepercayaan publik terhadap KIB II SBY-Boediono anjlok hingga 37,7 persen.

Penurunan ini merupakan hasil survei terhadap 1.200 responden yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia selama periode 5-10 September lalu. "Angka kepercayaan publik ini sangat kecil untuk ukuran sebuah pemerintahan," ujar peneliti LSI, Adjie Alfaraby usai merilis hasil survei di Gedung LSI, Rawangun, Ahad (18/9).

Dua kasus yang dijadikan LSI sebagai obyek pertanyaan saat melakukan wawancara mendalam terhadap responden adalah kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olah Raga serta kasus terbaru, suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi.

Menpora Andi Mallarangeng disebut terlibat dalam mafia anggaran Wisma Atlet SEA Games, sementara Menakrtrans Muhaimin disebut meminta uang suap Rp 1,5 miliar kepada perusahaan pelaksanam program transmigrasi.

"Walaupun proses hukum masih berjalan, apakah kedua menteri ini terlibat atau tidak, tapi publik menilai ada hal yang ganjil, yaitu tokoh yang terlibat berasal dari partai yang sama dengan kedua pimpinan kementerian itu," papar Adjie.

Dalam dua tahun pemerintahan SBY sejak terpilih kembali pada 2009, LSI mencatat penurunan kepercayaan publik sebesar 13 persen. Jika pada survei 100 hari kabinet (Januari 2010), LSI mencatat kepercayaan publik masih besar hingga 52,3 persen, tetapi merosot menjadi 46,5 persen pada survei 1 tahun kabinet (September 2010).

Angka ini terus anjlok menjadi tersisa 37,7 persen pada survei 2 tahun kabinet kali ini. Survei yang dilakukan LSI ini kembali menyoroti tingkat kepopuleran SBY maupun Demokrat, setelah beberapa bulan lalu mengangkat kasus M Nazaruddin yang membuat kepercayaan publik juga merosot. Survei LSI ini memiliki tingkat kesalahan 2,9 persen.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.