Kepolisian Brasil Selidiki Kasus Vaksinasi Angin, Suntikan Kosong Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Brasilia - Polisi di Brasil sedang menyelidiki tuduhan adanya petugas kesehatan memberikan suntikan COVID-19 palsu. Petugas kesehatan itu diduga menyuntik pasien dengan jarum suntik kosong.

Kasus yang media lokal sebut sebagai "vaksinasi angin" ini telah dilaporkan di empat negara bagian, demikian dikutip dari laman The Guardian, Jumat (19/2/2021).

Polisi mengumumkan penyelidikan pada Rabu 17 Februari di tengah spekulasi bahwa perawat tersebut mengantongi vaksin sesungguhnya untuk dijual di pasar gelap.

"Ini awalnya tampak sebagai kasus yang terbengkalai, tetapi sangat memprihatinkan bahwa kami melihat masalah ini di beberapa tempat," kata Carla Domingues, seorang ahli epidemiologi yang mengoordinasikan program imunisasi nasional Brasil antara 2011 dan 2019.

"Para profesional kesehatan ini tidak terlatih dengan baik atau mereka melakukannya dengan niat buruk. Dalam kedua kasus itu, itu tidak bisa diterima," tambahnya.

Polisi negara bagian Rio mengatakan, jika vaksin itu disalahgunakan, mereka yang terlibat dapat dituduh melakukan penggelapan, yang diancam hukuman hingga 12 tahun penjara.

Satu video yang direkam oleh seorang kerabat dan diterbitkan di media lokal menunjukkan seorang perawat menyuntikkan jarum suntik kosong di lengan seorang wanita 94 tahun di lokasi vaksinasi drive-through di kota Petrópolis, Brasil.

Setelah video menjadi viral, perawat tersebut diberhentikan dan penyelidikan dilakukan oleh pemerintah kota, dewan perawat daerah, dan polisi setempat.

"Kami harus menunggu kesimpulan dari penyelidikan, tapi saya tidak yakin itu disengaja," kata Aloísio Barbosa Filho, sekretaris kesehatan di Petrópolis.

Perawat tersebut memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam praktik tersebut dan dilatih mengikuti protokol imunisasi ataupun vaksinasi, menurut sekretaris.

"Karena ini adalah hari-hari pertama vaksinasi, dia mungkin merasakan tekanan dan lebih rentan terhadap kesalahan," kata Barbosa Filho.

"Lagipula itu tidak bisa diterima."

Sekretaris itu mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya insiden yang dilaporkan di antara lebih dari 7.000 vaksin yang diberikan di Petrópolis, Brasil yang telah berhasil mengimunisasi 2,7 persen dari populasinya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tuntutan Mundur Bagi Menteri Kesehatan Brasil

Seorang pria dengan gejala COVID-19 melakukan perjalanan dengan ambulans menuju Rumah Sakit Pemerintah Gandhi di Hyderabad, India, Jumat (17/7/2020). India melewati 1 juta kasus virus corona COVID-19 atau tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)
Seorang pria dengan gejala COVID-19 melakukan perjalanan dengan ambulans menuju Rumah Sakit Pemerintah Gandhi di Hyderabad, India, Jumat (17/7/2020). India melewati 1 juta kasus virus corona COVID-19 atau tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)

Brasil pernah berhasil dalam program imunisasi yang terkenal di dunia untuk sejumlah penyakit seperti; campak, polio, cacar, dan tetanus, tetapi negara itu dianggap menghadapi serangkaian kemunduran dalam pemberian vaksin virus Corona COVID-19.

"Program (saat ini) sama sekali tidak terkoordinasi," kata Domingues.

"Rencana tersebut harus diatur di tingkat federal, tetapi kementerian kesehatan mendelegasikannya kepada otoritas regional."

Satu bulan setelah Brasil memulai kampanye vaksinasi nasionalnya, ibu kota negara bagian termasuk Rio de Janeiro dan Salvador harus menunda penyuntikan pada Rabu (17/2) setelah impor dosis ditunda.

Sebuah kelompok yang mewakili walikota dari kotapraja Brasil telah meminta menteri kesehatan, Eduardo Pazuello, untuk "segera" mengundurkan diri dari jabatannya.

Lebih dari 241.000 orang Brasil telah meninggal karena Covid-19, tetapi presiden Jair Bolsonaro, telah berulang kali mempertanyakan kemanjuran vaksinasi terhadap penyakit tersebut.

Simak video pilihan di bawah ini: