Kepolisian Indonesia: Puluhan burung selundupan ditemukan di botol plastik

·Bacaan 1 menit

Fakfak (AFP) - Puluhan burung beo yang dimasukkan ke dalam botol plastik ditemukan di sebuah kapal yang berlabuh di wilayah Papua, Indonesia, menurut otoritas pada Jumat.

Kepolisian Kota Fakfak mengatakan awak kapal melaporkan bahwa mereka mendengar suara yang berasal dari sebuah kotak besar, tempat 64 ekor burung hidup disimpan. Sebanyak 10 ekor burung lainnya yang mati ditemukan pada Kamis pagi.

Burung nuri hitam merupakan jenis burung beo asli Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

"Awak kapal memberi tahu kami bahwa mereka mencurigai adanya hewan di dalam kotak itu, sebab mereka mendengar suara-suara aneh," kata juru bicara kepolisian setempat, Dodik Junaidi.

Hingga kini belum ada penangkapan dan tujuan puliuhan burung tersebut masih belum diketahui, tambahnya.

Hutan luas di Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 130 spesies burung yang terancam, menurut pengawas perdagangan satwa liar TRAFFIC, lebih banyak dari negara lainnya kecuali Brazil.

Burung eksotis biasanya diburu dan diperdagangkan oleh kawanan penyelundup untuk dijual sebagai hewan peliharaan serta simbol status.

Spesies burung tertentu, seperti kakatua palem Australia, dapat dibanderol senilai 30.000 dolar AS di pasar gelap.

Pada 2017 otoritas Indonesia menemukan sekitar 125 burung eksotis dimasukkan ke dalam pipa pembuangan selama penggerebekan penyelundupan satwa liar.