Kepolisian Siapkan 20 Penyidik Baru KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI (Polri) mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan seleksi terhadap 40 anggota polisi untuk diajukan menjadi calon penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para calon ini masih menjalani seleksi internal sebelum mengikuti seleksi di KPK.

"Seleksi kompetensi dan psikologis diharapkan selesai, dalam tiga hari sudah ada hasil nama penyidik yang akan diajukan ke KPK," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli, saat ditemui di kantornya, Senin, 1 Oktober 2012.

Ia menyatakan, 20 penyidik yang tidak diperpanjang masa tugasnya masih bekerja sebagai penyidik di KPK. Para penyidik tersebut baru akan kembali ke Mabes Polri bila sudah ada penyidik baru yang menggantikan mereka.

"Mereka akan kembali begitu penyidik yang baru sudah ada, karena yang baru juga harus ikut seleksi di KPK," kata Boy.

Hingga saat ini, baru 15 orang penyidik yang melapor dan menyatakan diri bersedia kembali bertugas di institusi Polri. Lima penyidik lainnya belum melapor dan menyatakan kesediaannya. "Mungkin sedang sibuk di KPK," kata dia.

Boy enggan memaparkan konsekuensi dan hukuman bagi penyidik yang menolak kembali ke Mabes Polri. Ia menyatakan, dalam institusi Polri memang ada aturan mengenai disiplin bila membangkang perintah atasan. Tapi, Polri menilai belum ada pelanggaran yang dilakukan kelima penyidik tersebut.

Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo sebelumnya telah menolak permintaan perpanjangan penugasan 16 anggota polisi sebagai penyidik KPK. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas surat Ketua KPK Abraham Samad pada 13 Agustus 2012 untuk memperpanjang penugasan 16 anggota tersebut. Bahkan, Polri juga meminta pengembalian empat perwiranya yang telah habis masa tugasnya pada Desember 2011.

FRANSISCO ROSARIANS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.