Kepri Miliki Potensi Atlet Berkualitas

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Melihat keberhasilan para atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga, baik dalam tingkat lokal, nasional hingga luar negeri, membuat beberapa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tingkat daerah di Indonesia berlomba-lomba melakukan pelatihan untuk Atletnya.

Untuk itulah berbagai kegiatan untuk menuju kearah prestasi di lakukan. Seperti yang dilakukan oleh KONI Batam yang mendatangkan secara khusus, Sudarto, pengamat sekaligus ahli olahraga di Indonesia, untuk memberikan pencerahan sekaligus memberikan pandangan tentang dunia olahraga di Kepulauan Riau (Kepri) untuk jangka waktu kedepan.

Bertempat di Hall lantai dua, Gedung Kakanpora Batam, puluhan pelatih hingga atlet terlihat hadir dalam seminar yang dikemas dalam tema 'Pencerahan Masalah Olahraga, Manajemen Keolahragaan dan Bagaimana "menciptakan prestasi olahraga" ', Rabu(28/11/2012) malam.

Pria yang sehari-hari bertugas sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Koni Riau dan telah konsen di dunia olahraga sejak tahun 1961 ini mengungkapkan Kepri memiliki potensi yang sangat luar biasa dalam dunia olahraga, khususnya di cabang olahraga (cabor) Air dan perorangan.

"Saya melihat potensi cabor air sangat menonjol, dan hal tersebut di buktikan dalam PON Riau 2012 lalu," jelasnya.

Dan semuanya tersebut, tambahnya, akan terus bersinar dan menghasilkan prestasi jika secara menerus serta berkelanjutan para atlet mendapatkan gembelengan, pelatihan , hingga mengikuti berbagai kejuaraan.

"Dengan demikian, mau tidak mau para atlet dan pelatih akan berpengalaman dan lebih lagi menggali potensinya, sehingga menimbulkan prestasi," tambahnya.

Selain itu, Pria berkacamata dan berambut putih ini juga mengungkapkan, cabor perorangan di Kepri juga memiliki potensi yang sangat luar bisa maju dan berkembang dibandingkan cabor beregu.

Mengingat untuk Cabor perorangan, jelasnya, tidak terlalu sulit dalam hal pembinaan para atletnya. "Bukannya saya mengecilkan olahraga beregu, namun saya lihat Kepri memiliki potensi atlet dan prestasi di cabor perorangan," jelasnya.

Ketika disinggung mengenai alasannya, Sudarto menjelaskan menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam sebuah cabang olahraga tidak bisa di bina dalam waktu singkat. mengingat setiap atlet memiliki egonya masing-masing. Sehingga disitulah yang agak sulit, meski cabor beregu tersebut berasal dari Kota Kecil hingga Besar.

"Selain itu, untuk saat ini cabor beregu masih didominasi dari Pulau Jawa, dan terkenal dalam hal kekompakkannya," ungkapnya. (isu)

Side bar///

Idealnya PPLP Di Rekuit Sejak SMP

Untuk membentuk seorang Atlet berprestasi, kiranya tidak bisa di bentuk dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itulah perlu adanya sebuah Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) untuk cabang olahraga yang identik bisa menghasilkan bibit-bibit atlet dan medali dalam berbagai ajang.

"Itu penting sekali, selain untuk kemajuan olahraga kita di Kepri, sekaligus untuk regenerasi atlet," ungkap Sudarto,pengamat sekaligus ahli olahraga di Indonesia, disela-sela seminar Olahraga dalam tema 'Pencerahan Masalah Olahraga, Manajemen Keolahragaan dan Bagaimana "menciptakan prestasi olahraga" ', di lantai dua Kanpora Batam, Rabu(28/11/2012) malam.

Dengan adanya PPLP ini, kiranya sangat mudah sekali untuk melakukan regenerasi hingga menimba prestasi sejak usia sekolah. Dan idealnya PPLP dilakukan sejak di bangku sekolah menengah tingkat pertama (SMP)

"Akan sangat mudah dalam melatih dan membina mereka pada usia tersebut," jelasnya.

Adapun PPLP yagn sangat bagus di Kepri, tambahnya, bisa datang dari cabang olahraga (cabor) perorangan, seperti Tinju, Kempo, Taekwondo, Cabor Air, Renang, Selam, Layar dan Dayung.

"Usia idealnya, SMP dan SMA, Itu bagusnya sudah mulai di galakkan, sebab kalau sudah kuliah akan susah lagi pembentukkannya," jelasnya.(isu)

Baca   Juga  :

  • Merasa Puas Bisa Melaksanakan Ide Irwan Hidayat 1 jam lalu
  • Boni Ingin Melihat Dunia 1 jam lalu
  • Babinsa 'Buru' Pasien Katarak 2 jam lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.