Kepulangan PMI menambah deretan kasus baru COVID-19 di Kepri

·Bacaan 2 menit

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan kepulangan PMI menambah deretan kasus baru COVID-19 usai Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di daerah tersebut.

Ansar membenarkan pernyataan BNPB terkait kasus baru COVID-19 di awal tahun 2022 yang memang terjadi di Kepri.

"Namun, yang tertular bukan masyarakat kita, melainkan para PMI yang pulang ke Tanah Air dan melalui jalur yang ada di Kepri, baik Batam, Tanjungpinang maupun Karimun," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kamis.

Berdasarkan data BPNB, kata dia, kasus COVID-19 di Kepri berawal dari dua kasus naik menjadi 93 kasus, kemudian bertambah lagi menjadi 140 kasus dan terakhir sampai 168 kasus.

Hal ini membuat kasus COVID-19 di Kepri menjadi tertinggi ke-2 di Indonesia, berada di bawah DKI Jakarta yang mencapai 526 kasus.

“Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kita sudah minta Kementerian Kesehatan memisahkan antara data masyarakat Kepri dan PMI yang tertular COVID-19," ujarnya.

Baca juga: Satgas COVID-19: DKI-Kepri alami kenaikan kasus dalam sebulan

Baca juga: Sepanjang 2021, 66 orang di Kepri terinfeksi COVID-19 varian Delta

Ansar meyakini jika yang dibacakan BNPB merupakan kasus yang menimpa para PMI, dan bukan kasus yang menimpa masyarakat Kepri.

Menurutnya sejauh ini dari segi capaian vaksinasi, Kepri termasuk yang terbaik di Indonesia. Begitu juga dengan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, hasil survei serologi menunjukkan tingkat titer antobodi masyarakat setempat mencapai 89,6 persen.

"Itu artinya masyarakat Kepri termasuk sudah kebal terhadap COVID-19. Yang penting tetap patuhi prokes,” ucap Ansar Ahmad.

Baca juga: Satgas COVID-19: Libur akhir tahun bisa picu lonjakan kasus

Baca juga: Asrama Haji Batam digunakan untuk karantina COVID-19 PMI

Menurut Gubernur, jika para PMI yang tertular juga digabungkan dengan masyarakat Kepri, maka kasus COVID-19 di Kepri tidak akan pernah habis. Karena selamanya Kepri akan tetap menjadi jalur lalulintas keluar dan masuknya para PMI.

Ia berharap kebijakan pusat yang menunjuk Kepri sebagai salah satu jalur pemulangan PMI ini tidak berdampak terhadap semangat masyarakat yang ingin selalu sehat, dan kemudian bisa mengembalikan semangat pemulihan ekonomi guna bangkit dari keterpurukan.

“Kita yakin pemerintah pusat juga melihat apa yang sedang kita lakukan dan tujuan dari setiap kebijakan yang kita buat. Sebagai perwakilan pusat, Pemprov Kepri hanya meneruskan apa yang menjadi program pemerintah pusat,” demikian Ansar.

Baca juga: Kemenkes janji pisahkan data PMI terkonfirmasi COVID-19 di Kepri

Baca juga: Satgas keberatan data pekerja migran positif COVID-19 masuk ke Kepri

Baca juga: Pemprov Kepri pastikan data COVID-19 BNPB keliru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel