Kepulauan Meranti siapkan Kampung Kakap Putih berproduksi 2.700 ton

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, tengah menyiapkan Kampung Kakap Putih dengan kapasitas 5.000 keramba jaring apung (KJA) yang diharapkan mampu berproduksi hingga 2.700 ton per tahun.

"Kami mendukung penuh program Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Meranti," kata Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil di Selatpanjang, Kamis, saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Meranti menjadi Kampung Kakap Putih di Indonesia, bersama perwakilan KKP, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, dan DKP Provinsi Riau di ruang rapat melati kantor Bupati.

Program di sektor marikultur ini, lanjut Bupati, sejalan dengan rencananya yang akan mencoba mengalihkan pola nelayan tangkap menjadi nelayan budi daya yang saat ini dinilai lebih menjanjikan.

Baca juga: KKP jadikan Meranti sebagai pusat budi daya kakap putih nasional

Ia mengatakan Kampung Kakap Putih ini selain dipusatkan di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, juga di Pulau Merbau dan kecamatan lain yang memiliki ekosistem serupa sehingga budi daya kakap putih di Kepulauan Meranti dapat dilakukan lebih masif.

"Saya berharap keseriusan dari KKP RI dan DKP Provinsi Riau dalam menyukseskan program ini, mulai dari penyediaan bibit, pembinaan kelompok nelayan Meranti, hingga segi industri dan pemasarannya," ujarnya.

Sebagai wujud komitmen Pemkab Kepulauan Meranti dalam mendukung program Kampung Kakap Putih tersebut, pada kesempatan itu Bupati Adil langsung meneken penyediaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembibitan kakap putih yang berada di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Baca juga: Kelompok Lingkungan Bangka - PT Timah panen kakap putih

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Herman Mahmud mengatakan ditunjuknya Meranti sebagai Kampung Kakap Putih didasari oleh pemetaan dari pihaknya yang menyatakan daerahnya memiliki sumber pakan alami kakap putih berlimpah.

"Untuk menyukseskan program Kampung Kakap Putih ini, kami akan menggelontorkan dana sebesar Rp2,8 miliar. Saya berharap Dinas Perikanan Meranti tetap menjaga pelestarian pakan alami kakap putih, sehingga budi daya dapat berkelanjutan," ungkapnya.

Selain itu dalam pemilihan kelompok masyarakat nelayan, Herman meminta harus kelompok yang berkualitas sehingga target yang ingin dicapai dapat terwujud.

Budi daya kakap putih merupakan program dari KKP RI dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor kakap putih kelas dunia.