Keputusan Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen untuk 2 Tahun Tak Libatkan DPR?

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah baru saja memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok rata-rata 10 persen. Kenaikan tarif cukai ini berlaku untuk tahun 2023 dan 2024.

Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai, penetapan kenaikan tarif cukai yang ditetapkan sekaligus 2 tahun sekaligus ini sebagai jebakan yang dibuat pemerintah dalam mengambil kebijakan. Sebab, pemerintah tak melibatkan DPR untuk merumuskan kenaikan tarif cukai mendatang.

"Keputusan pemerintah mengumumkan kenaikan tarif cukai 10 persen yang akan berlaku tahun 2023 dan 2024 merupakan upaya fait accompli," kata Misbhakun kepada merdeka.com saat dihubungi, Jakarta, Jumat (4/11).

Dia pun merujuk pada UU No 39 tahun 2007 tentang Cukai. Pada Pasal 5 Ayat (4) menyebutkan penentuan besaran target penerimaan negara dari cukai pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan alternatif kebijakan di tingkat menteri harus memperhatikan beberapa hal.

Antara lain kondisi industri dan aspirasi pelaku usaha industri. Dua hal tersebut harus disampaikan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.

Komisi XI DPR-RI Segera Panggil Sri Mulyani Bahas Kenaikan CHT

Tak hanya itu, salah satu keputusan rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Pemerintah pada 26 September 2022 lalu, memandatkan Komisi XI DPR RI untuk membahas kenaikan tarif cukai dan ekstensifikasi cukai 2023 paling lama 60 hari setelah pengesahan RUU APBN 2023 menjadi UU APBN 2023 pada sidang paripurna DPR RI 29 September lalu.

"Keputusan pemerintah mengumumkan kenaikan CHT sebesar 10 persen pada Kamis (03/11), kuat dugaan merupakan keputusan sepihak," kata dia.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam waktu dekat untuk membahas kenaikan tarif CHT.

"Karena itu, Komisi XI dengan kewenangannya akan mengagendakan rapat kerja dengan Menteri Keuangan untuk meminta keterangan perihal kenaikan tarif CHT tersebut," kata dia mengakhiri. [idr]