Keputusan soal Olimpiade Tokyo 2020 harus diumumkan lebih awal

TOKYO (Reuters) - Setiap keputusan untuk menunda Olimpiade harus dibuat sebelum Mei, seorang anggota dewan komite mengatakan kepada stasiun siaran TBS, Jepang, Rabu malam, karena keraguan mengenai pesta olahraga Musim Panas semakin berkembang akibat virus corona yang sekarang sudah dinyatakan sebagai pandemi.

Komentar anggota dewan eksekutif Tokyo 2020, Haruyuki Takahashi, disampaikan hanya beberapa jam setelah pemimpinnya, Yoshiro Mori, secara terbuka menegurnya karena komentar yang pertama kali ia buat di Wall Street Journal bahwa penundaan satu atau dua tahun akan menjadi pilihan paling masuk akal jika virus corona mengancam Olimpiade Tokyo 2020.

Pemerintah Jepang dan Metropolitan Tokyo, panitia lokal dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) semuanya berusaha untuk menghilangkan spekulasi yang terus-menerus bahwa Olimpiade dapat dibatalkan atau ditunda.

Mori menyebut saran Takahashi "keterlaluan", sementara pada Kamis, gubernur Tokyo, Yuriko Koike, mengatakan dia percaya pembatalan bukanlah suatu pilihan, meskipun dia mengakui bahwa label pandemi akan mempengaruhi situasi di kemudian hari.

Berbicara kepada TBS setelah konferensi pers, Mori, Takahashi mengatakan: " Jika Anda berpikir tentang para atlet, Mei sepertinya akan terlambat "untuk membuat keputusan tentang penundaanr. "Kita harus berpikir tentang mengambil langkah pertama, sebelum IOC."

Dia menambahkan bahwa panitia mungkin akan membahas penundaan pada pertemuan berikutnya akhir bulan ini, demikian TBS melaporkan.

Takahashi dan kantor media Tokyo 2020 tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan wabah virus corona sebagai pandemi untuk pertama kalinya, mendorong lebih banyak negara untuk mengumumkan tindakan drastis.

Presiden AS Donald Trump menghentikan perjalanan dari Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari mulai Jumat, dan Italia yang terpukul keras memperketat penutupan wilayahnya.

Salah satu strategi paling umum untuk menahan paparan virus corona adalah menghindari pertemuan besar, dan event olahraga besar di seluruh dunia telah dibatalkan atau diadakan tanpa penonton. Asosiasi Bola Basket Nasional AS atau NBA mengatakan mereka menangguhkan kompetisi setelah seorang pemain Jazz Utah dinyatakan positif terkena virus.

Pada Rabu, Jepang memiliki 620 kasus dan 15 kematian, tidak termasuk orang-orang di kapal pesiar yang dikarantina dekat Yokohama bulan lalu, menurut kementerian kesehatan. Para ahli mengatakan penghitungan itu mungkin rendah karena terbatasnya jumlah tes di Jepang dibandingkan dengan banyak negara lain.

(Laporan oleh Chang-Ran Kim dan Kiyoshi Takenaka; Editing oleh Muralikumar Anantharaman dan Gerry Doyle)