Keracunan Massal di Batujajar

TRIBUNNEWS.COM,BATUJAJAR--Puluhan warga di tiga RW, Kampung Babakansari, Desa Batujajar, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami keracunan massal.

Kejadian ini terjadi setelah mengonsumsi hidangan tetangga mereka yang akan pergi naik haji. Karena jumlahnya terus bertambah, mereka dilarikan ke rumah sakit Dustira dan rumah sakit Cibabat Cimahi, Minggu (7/10) malam.

Menurut salah seorang warga, Eneng, sore itu ia bersama ratusan warga lainnya mengikuti acara syukuran tetangganya yang akan menunaikan ibadah haji. Saat itu sang empunya hajat menyuguhkan aneka hidangan.

"Ada nasi, sayuran dan daging ayam suwir. Setelah beberapa menit menyantap, tiba-tiba saya merasa mual dan muntah-muntah," kata dia saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (7/10) malam.

Menurutnya, apa yang dirasakannya tersebut, ternyata juga dialami oleh ratusan warga lainnya. Karena situasi semakin tidak menentu, maka warga lainnya berinisiatif membawa warga yang keracunan ke rumah sakit Dustira dan Cibabat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Rumah Sakit Dustira, akibat banyaknya warga yang mesti mendapatkan perawatan, ruangan IGD tidak sanggup menampung pasien yang tercatat sebanyak 44 orang tersebut.

Akibatnya, banyak warga terpaksa harus di rawat di lorong-lorong rumah sakit tersebut. Meski begitu, pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien yang dirawat akan tetap mendapatkan pelayanan paripurna.

Eneng mengatakan bahwa kegiatan syukuran haji tersebut digelar oleh keluarga Julit, warga RW 06. Setelah acara syukuran selesai, warga yang memberi selamat dan doa kepada tuan rumah dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.

Setelah menyantap hidangan, lanjut dia, warga kemudian pulang. Namun, setelah hari beranjak sore, warga yang menyantap makanan dalam syukuran haji tersebut merasakan mual-mual dan muntah-muntah.

"Adik dan keponakan saya juga mengalami mual dan muntah-muntah, setelah pulang dari syuukuran tersebut," ujarnya.

Ternyata, bukan hanya adik dan keponakan Eneng saja yang merasakan gejala keracunan tersebut. Puluhan warga di RW 06, 07 dan 08 pun mengalami gejala yang serupa. Alhasil, warga berbondong-bondong menuju rumah sakit.

Karena banyaknya warga yang mengalami gejala keracunan, lanjut Eneng, warga yang mengalami keracunan kemudian dibawa ke RS Dustira, Kota Cimahi. Karena jumlahnya sangat banyak, kata dia, warga yang keracunan dibawa ke RS Dustira dengan menggunakan ambulance dan truk milik tentara.

Saking banyaknya warga yang mengalami keracunan, RS Dustira tidak mampu menampung warga yang keracunan tersebut. "RS Dustira juga sampai penuh," katanya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga yang mengadakan syukuran. Pasalnya, menurut Neneng, keluarga tuan rumah juga mengalami hal yang serupa. "Yang menggelar syukuran juga sama keracunan," tambah dia.

Kapolsek Batujajar, Agus Wahidin mengatakan terdapat puluhan warga yang mengalami gejala keracunan dalam legiatan syukuran haji tersebut. "Namun jumlahnya masih dalam pendataan, masih simpang siur," jelas Agus saat dihubunhi melalui ponselnya, Minggu malam.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.