Kerangka Manusia Ditemukan Terbungkus Tiga Selimut di Malang

Merdeka.com - Merdeka.com - Pintu dan jendela rumah Rokani (72) warga Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dalam kondisi terkunci. Tidak ditemukan tanda-tanda penghuninya di dalam rumah.

Akhirnya warga sekitar pun bersepakat membuka pintu secara paksa dan menyisir setiap ruangan. Warga pun terkejut menemukan jasad Rokani yang sudah dalam kondisi membusuk terlentang di kamar.

"Rumah korban kondisinya tertutup kira-kira sudah lebih dari 6 hari. Kami melihat mayat saudari Rokani yang sudah membusuk terlentang di kamar," ucap Supri, Ketua RT setempat, Jumat (5/7).

Jenazah pun selanjutnya dievakuasi ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Malang guna visum. Namun warga dan masyarakat yang sedang menyiapkan tempat untuk kepulangan jenazah dari rumah sakit dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia.

Saat itu, warga berinisiatif membersihkan rumah korban, karena kondisi rumah korban tidak terawat. Saat bersih-bersih rumah ditemukan, tulang belulang terbungkus kain di sebuah kardus. Warga mendapati tumpukan kain yang terdapat kerangka manusia di dalamnya.

Keseharian Rokani tinggal di rumah bersama anak laki-lakinya, Suprapto. Namun beberapa bulan terakhir Suprapto tidak diketahui kabarnya. Keduanya juga mengalami gangguan kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara'langi mengungkapkan, mayat korban diketahui pada Rabu (3/8) sekira pukul 09.00 WIB disusul penemuan kerangka manusia pada sore hari pukul 16.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia berawal saat Muspika bersama warga sepakat membersihkan TKP. Warga berniat menyiapkan tempat transit jenasah sebelum dimakamkan, sekaligus menggelar doa bersama.

"Kerangka manusia dalam kondisi kering di kamar kosong ruangan tengah yang tertutup 3 lembar selimut," kata AKP Donny.

Kondisi kerangka saling terpisah dan sebagian ditemukan disimpan di kardus mie instan di kamar Rokani. Kerangka tersebut masih belum diketahui secara pasti identitasnya.

"Beberapa kerangka masih melekat kain warna biru dan kain celana warna abu-abu," imbuh Donny.

Hasil pemeriksaan Tim Forensik RSSA Malang, struktur tengkorak menunjukkan kerangka berjenis kelamin laki-laki dan berusia di atas 40 tahun.

Kerangka tersebut kemungkinan jasad Suprapto yang sudah tidak pernah terlihat sekitar 9 bulan terakhir. Selain itu diperkuat hasil identifikasi sekunder bahwa jenis kain dan pakaian yang melekat pada kerangka merupakan pakaian yang kerap dikenakan Suprapto.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka pada mayat Rokani, serta tidak ditemukan resapan darah maupun tanda kekerasan pada seluruh struktur tulang dan tengkorak," pungkas Donny.

Satreskrim Polres Malang telah memeriksa saksi-saksi, serta memvisum mayat dan kerangka manusia. Para saksi meyakini kedua jasad tersebut adalah Rokani dan anaknya, Suprapto.

Atas permintaan keluarga dan kesepakatan masyarakat setempat kedua jenazah dimakamkan di TPU setempat. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel