Kerap Dialami Saat Musim Panas, Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Chicken Skin

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Musim panas cenderung membuat kulit kita menjadi kering. Bagi sebagian orang, musim panas tidak memberikan dampak yang buruk pada kulit mereka, namun ada juga yang merasakan perubahan pada kulit mereka, salah satunya keratosis pilaris atau yang kerap dikenal dengan chicken skin.

Penyakit ini tidak berbahaya dan menular, namun bisa sangat mengganggu. Bila kita tidak mengobatinya, akan membuatnya semakin parah. Keratosis pilaris atau chicken skin ini biasanya disebabkan oleh kondisi kulit yang kering yang membuat tekstur kulit tidak rata dan ada benjolan dan menimbulkan rasa gatal.

Tidak hanya musim panas yang membuat kulit kering, namun ada beberapa kegiatan sehari-hari yang bisa menyebabkan chicken skin. Berikut ini adalah beberapa 5 penyebab dan cara mengatasi chicken skin dikutip dari Bright Side.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konsumsi Sedikit Lemak

Ilustrasi Daging Kambing Credit: pexels.com/Mark
Ilustrasi Daging Kambing Credit: pexels.com/Mark

Ketika Anda menurunkan berat badan, biasanya Anda akan mengurangi konsumsi lemak. Nyatanya, menghilangkan lemak sehat dapat menyebabkan Anda bertambah gemuk dan dapat memperburuk kondisi kulit tertentu. Ketika tubuh Anda tidak mengkonsumsi omega 3 dan omega 6 secara cukup, dapat menyebabkan peradangan kulit dan menimbulkan chicken skin.

Yang harus dilakukan ialah Anda dapat mengkonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan asam lemak. Ahli gizi juga merekomendasikan untuk mengkonsumsi ikan dan telur.

Melakukan Scrub yang Terlalu Keras

Ilustrasi Scrub Credit: pexels.com/Clara
Ilustrasi Scrub Credit: pexels.com/Clara

Biasanya kita melakukan scrub untuk menghilangkan kulit mati dan memperhalus chicken skin. Namun jika Anda menggosoknya terlalu keras, partikel kasar dalam scrub dapat membuat kulit Anda teriritasi dan menimbulkan rasa gatal serta kulit yang mengelupas.

Yang dapat dilakukan untuk mengtasinya ialah jika Anda ingin melakukan scrub, gunakan dalam seminggu sekali dan jangan menggosoknya terlalu keras. Sebagai alternatif lain dari scrub, Anda dapat menggunakan loofah ketika sedang mandi untuk memijat kulit Anda dengan lembut.

Mandi Menggunakan Air Panas

Ilustrasi Mandi (Foto oleh Armin Rimoldi dari Pexels)
Ilustrasi Mandi (Foto oleh Armin Rimoldi dari Pexels)

Mandi dengan air panas memang tidak menyebabkan munculnya chicken skin pada kulit Anda. Namun jika Anda mandi terlalu lama dengan menggunakan air panas, dapat memperburuk kondisi kulit Anda. Mandi air panas juga dapat menghilangkan minyak alami dari kulit sehingga membuat kulit kering dan teriritasi.

Yang dapat Anda lakukan bila Anda ingin menggunakan air panas ketika sedang mandi, gunakan sebentar dan tepuk-tepuk kulit Anda dengan lembut untuk mencegah iritasi pada kulit.

Mengonsumsi Terlalu Banyak Susu

Ilustrasi Susu Rendah Lemak Credit: pexels.com/Charlotte
Ilustrasi Susu Rendah Lemak Credit: pexels.com/Charlotte

Mengonsumsi secangkir susu atau kopi setiap hari adalah kebiasaan setiap orang. Nyatanya mengonsumsi susu dengan terlalu banyak dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak menyenangkan, salah satunya chicken skin.

Susu mengandung banyak protein sehingga bagi sebagian orang yang mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan iritasi kulit, jerawat, dan keratosis pilaris atau chicken skin.

Yang dapat Anda lakukan Anda dapat mengurangi atau berhenti konsumsi susu selama 6 minggu untuk melihat apakah kondisi kulit Anda sudah membaik atau belum.

Menggunakan Sabun yang Mengandung Pewangi

Ilustrasi Mencuci Tangan dengan Sabun Credit: pexels.com/Burst
Ilustrasi Mencuci Tangan dengan Sabun Credit: pexels.com/Burst

Chicken skin juga dapat disebabkan oleh penumpukan keratin pada pori-pori kulit Anda. Dan, produk yang mengandung comedogenic dapat memperburuk kondisi tersebut. Menggunakan sabun yang mengandung bahan aditif buatan, akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan peradangan kulit.

Yang dapat Anda lakukan ialah gunakan produk perawatan kulit yang tidak mengandung pewangi. Pilihkan produk hypoallergenic yang lembut sehingga tidak akan membuat kulit Anda yang sensitif teriritasi.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel