Keren, Chacha Annisa Tertarik Isu Politik dan Feminisme

Syahdan Nurdin
·Bacaan 3 menit

VIVA – Biasanya presenter perempuan malas bicara politik apalagi isu feminisme. Presenter tvOne ini mencoba meruntuhkan stigma itu. Chacha Annisa namanya. Panggilannya Chacha.

Chacha sadar betul dunia broadcasting selama ini masih mengutamakan penampilan. Namun, ia mencoba untuk tak sekadar itu. Presenter cantik ok, tapi pintar lebih ok lagi.

Oleh karena itu, sejak awal ingin menjadi presenter ia berusaha membuktikan dengan kualitas dirinya. Chacha Annisa berangkat dengan sarjana politiknya yang diraih di Universitas Indonesia (UI).

Lulusan FISIP UI 2010 ini ingin memastikan meski bukan berlatar dari jurusan komunikasi, ia bisa ambil bagian untuk mengubah stigma dunia presenter.

"Bercita-cita menjadi presenter karena ingin membuktikan semua bisa menjadi presenter jika punya kemauan keras, banyak belajar, dan juga menimba ilmu. Presenter perempuan tidak hanya sekadar penampilan, tapi juga pintar," jelas Chacha, Selasa, pekan lalu.

Keinginannya itu ia wujudkan di dunia jurnalistik. Chacha Annisa memilih tvOne karena sebagai tv berita terbaik di Indonesia.

Masuk tvOne memang sudah menjadi cita-cita Chacha. Saat kuliah, ia ikut CampusOne untuk bisa diterima di tvOne. Selama mengikuti pelatihan dan pendidikan di CampusOne, Chacha berhasil dan lulus bergabung dengan tvOne pada 2009.

Kegelisahan Chacha mulai terbukti. Setelah masuk dunia broadcasting, perempuan kelahiran Medan, 6 Desember 1986 ini masih menemukan stigma bahwa presenter perempuan itu harus cantik.

Untuk menyikapi stigma itu, Chacha memantaskan dirinya dengan memperkaya ilmu. "Aku langsung ngebut ambil S2, padahal posisi waktu itu baru nikah terus beberapa bulan hamil," kenang Chacha yang mengambil magister kajian gender di UI.

Chacha ingin jadi presenter perempuan Indonesia dengan mindset feminis untuk menunjukkan taji presenter perempuan itu bisa lebih hebat dari presenter laki-laki.

Ia pun bersyukur bergabung dengan tvOne. Ia mulai banyak mendapatkan pengalaman, pengetahuan, teknik liputan, siaran, dan sekaligus mengeksplorasi pengetahuannya soal isu politik dan feminisme.

Di tvOne, Chacha mempertajam wawasannya dengan mewawancarai tokoh-tokoh politik nasional. Di antaranya wawancara dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain wawancara para pejabat negeri ini, Chacha juga membuktikan bahwa jurnalis perempuan bisa juga wawancara dengan preman yang biasanya diwawancarai oleh jurnalis laki-laki.

"Saya juga pernah wawancara preman," kenang Chacha bahkan pernah liputan malam sampai subuh harus berbaur sama jurnalis media cetak laki-laki di dinas pemakaman Jakarta Barat.

Selain siaran, Chacha disibukkan dengan kegiatan lain. Ia menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi swasta. Mata kuliah yang diajarkan; Ilmu Politik, Politik Perempuan, Komunikasi Politik, mata kuliah Spesifik Gender, dan Pertelevisian.

Chacha Annisa ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa melakukan apa yang dilakukan pria. Plus mengurus keluarga.

Lihat saja rutinitas Chacha. Ia menemani anaknya sekolah online, memeriksa hasil progress skripsi mahasiswa, kadang ada jadwal moderator diskusi webinar atau tatap muka dengan institusi swasta dan pemerintah.

"Full seminggu. Tapi seneng banget. Tidak ada waktu terbuang percuma. Life to the fullest. Banyak bersyukur. Walaupun cape ga mau mengeluh, selagi diberi kesempatan untuk berkiprah, Insya Allah ada pahalanya," jelas Chacha yang akan mengambil program doktor.

Di tvOne, Chacha sudah 12 tahun. Ia termasuk generasi awal yang kini tvOne baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 13. Ada suka dan dukanya, tapi Chacah merasa banyak sukanya.

Menjalani hari-hari sebagai jurnalis adalah bagian hidupnya. Karena profesi ini berdampak ke banyak orang, kerja tim, marwah tvOne dan penonton, maka saat sampai kantor sudah tidak memikirkan diri sendiri.

"Emosi, pikiran, masalah beban di rumah, lagi sedih, marah dan lain-lain udah dilepas dulu. Jadi pas bekerja semua total tampilkan yang terbaik," jelas Chacha yang memiliki hobi melukis.

Sosok Chacha sendiri orangnya humoris, simple, pekerja keras. Sedikit perfeksionis, makanya suka dibilang galak padahal tidak.

Namun, kata teman-teman kuliahnya ia orangnya pemalu, tapi sekarang sudah bisa nyerocos di layar kaca. "Inilah jalan hidup. Kuncinya, percaya bisa, kerjakan," jelas Chacha.

Nah, bagi yang penasaran dengan penampilan Chacha Annisa saat membawakan berita seperti apa, saksikan di program tvOne Apa Kabar Indonesia Malam. Selamat menonton ya!