Keren, Jenderal Baik Hati TNI Dapat Bintang Mahaputera dari Jokowi

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama Jenderal TNI (Purn.) Mulyono, menjadi salah satu dari 46 orang mantan pejabat pemerintah penerima tanda jasa Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo. Jebolan Akademi Militer 1983 menerima tanda jasa tertinggi atas kapasitasnya sebagai Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KASAD).

Sosok Mulyono dikenal sangat dekat dengan para prajuritnya. Pria kelahiran Boyolali, 12 Januari 1961, tercatat pernah menduduki sejumlah posisi penting TNI Angkatan Darat. Pada 2014, Mulyono ditunjuk menjadi Panglima Komando Daerah Militer Jaya Karta (Pangdam Jaya).

Di tahun yang sama Mulyono naik pangkat menjadi bintang tiga, dan juga dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Setahun berselang, Mulyono dipromosikan menjadi jenderal penuh dan menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD).

Para prajurit TNI Angkatan Darat khususnya, tahu betul bagaimana sosok seorang Mulyono. Bagi Mulyono, seorang prajurit TNI wajib menjaga kepercayaan rakyat. Dalam pantauan VIVA Militer dari video yang diunggah akun Youtube Batalyon TV, Mulyono yang tengah berkunjung ke Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 731/Kabaresi, Waipo Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, pada 2018 silam.

Saat itu, Mulyono yang masih berstatus sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat, meyakinkan para prajuritnya bahwa TNI Angkatan Darat masih mendapat kepercayaan yang sangat tinggi dari rakyat Indonesia.

"Jadi kalau 100 orang dikumpulkan ditanya, 'Siapa institusi yang Anda percayai di negeri ini?' 90 orang mengatakan, 'TNI Pak'. 90 orang mengatakan, 'TNI Angkatan Darat Pak'. Itu artinya apa, itu berarti kita semua dipercaya oleh rakyat. Semua tugas-tugas yang kita lakukan, dipercaya oleh rakyat," ujar Mulyono.

Mulyono menyatakan bahwa setiap prajurit TNI Angkatan Darat wajib menjaga kepercayaan rakyat. Dengan berani Mulyono memastikan, kewajiban mengabdi kepada rakyat adalah karena TNI adalah bagian dari rakyat. Selain itu, Mulyono menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih oleh rakyat, dan bukan oleh tentara saja.

Apa yang dikatakan Mulyono sepenuhnya benar. Pasalnya, TNI baru lahir setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945.

"Untuk itu saya berpesan, mari kita jaga, mari kita lestarikan, tradisi untuk kita dipercaya oleh rakyat. Dan ini sudah menjadi kewajiban kita, kenapa? Karena kita berasal dari rakyat. Yang memerdekakan Indonesia ini bukan tentara, tapi rakyat," kata Mulyono melanjutkan.

"Setelah rakyat memerdekakan Indonesia Proklamasi 17 Agustus, bulan Oktober baru lahirlah tentara. Jadi jangan kita sombong, yang memerdekakan tentara. Tetapi yang berjuang adalah laskar-laskar rakyat yang berjuang," ucapnya.