Keren, Kisah Perjuangan Eko Yuli Irawan Dijadikan Film Pendek

·Bacaan 1 menit

VIVA – Lifter Eko Yuli Irawan sudah bisa dibilang sebagai atlet legendaris Indonesia. Betapa tidak, dia sukses merebut medali dalam empat Olimpiade secara beruntun.

Eko sukses merebut medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet 32 tahun ini melakukan angkatan snatch dalam kelas 61 kg putra Grup A dengan total Angkatan 302 kg (snatch 137 kg dan clean and jerk 165 kg). Eko Yuli berhasil menempati peringkat kedua, di bawah peraih medali emas, Li Fabin, asal China.

Sukses yang dilalui Eko berawal dari perjalanan panjang tak kenal menyerah. Banyak yang belum mengetahui jika ayah dari dua anak ini berasal dari keluarga yang sederhana.

Ayah Eko Yuli Irawan bernama Saman yang bekerja sebagai seorang tukang becak. Sedangkan sang ibu, Wastiah bekerja sebagai pedagang sayuran. Dikabarkan Eko Yuli Irawan lahir di lingkungan keluarga dengan perekonomian yang sulit sejak kecil.

Kisah nyata Eko tersebut diangkat dalam sebuah film pendek berjudul "Eko Yuli Irawan The Movie". Film ini menggambarkan perjuangan keras Eko sejak kecil.

Dalam film berdurasi 10 menit 25 detik ini, diceritakan Eko kecil ingin membantu perekonomian keluarganya. Dia pun bekerja keras untuk meraih mimpinya menjadi atlet angkat besi.

Eko Yuli Irawan mampu mengharumkan nama Indonesia dengan membawa medali di ajang Olimpiade selama 4 kali berturut-turut. Pada Olimpiade Beijing 2008 lalu ia berhasil meraih medali perunggu.

Hal ini juga terjadi dalam Olimpiade London 2012. Sedangkan pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ia berhasil membawa pulang medali perak di kategori 62 kg. Lalu pada pertandingan Olimpiade Tokyo 2020, ia berhasil membawa pulang medali perak di kategori 61 kg.

"Film pendek perjalanan saya di olahraga angkat besi ini, semoga bisa menginspirasi," ungkap Eko di Instagram.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel