Keren, Pelajar Indonesia Pamer Bermain Angklung di Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang
, Minggu (24/12/2012) malam.

Hal ini, tambahnya, merupakan bentuk kepedulian untuk Indonesia dan sebagai sarana menyalurkan hobi bermain angklung, "Sebetulnya kami masih banyak belajar. Sebagai informasi, saat ini kami sedang berusaha untuk memperkenalkan angklung ini di masyarakat Jepang, tidak hanya di pertunjukan, namun juga ke tempat orang  Jepang banyak berinteraksi (misal di pusat keramaian). Kami bersyukur bahwa tim angklung PPI Kyoto masih bisa latihan, meskipun sebulan hanya 2-4 kali. Tahun 2013 ini kami juga berencana mengembangkan variasi lagu-lagu angklung, semoga terealisasi."

Pertunjukan  angklung cukup ramai saat tampil di Kansai International Student Music Festival (Min On 2012) yang berlangsung pada tanggal 17 November 2012 di Kyoto Concert Hall, Kyoto. Min On ini diikuti oleh mahasiswa internasional yang sedang studi di Kansai Area (Kyoto, Osaka, Nara, Kobe dan sekitarnya).

"Kami dari PPI Kyoto-Shiga menampilkan angklung dan mendapat kehormatan untuk tampil pertama kali dalam event tahunan tersebut."
 
Angklung PPI Kyoto-Shiga sendiri saat ini dikelola oleh mahasiswa S1-S3 Kyoto (Kyoto University, Ritsumekan University) dan beberapa pelajar dari Nihongo gakko (Japanese Class) dari Indonesia.

Beberapa penampilan lain selain Minon 2012, pada tahun 2012 ini misalnya di Konser Tohoku (di The Museum of Kyoto), di Shijo Karasuma Dori. Tahun 2013 ini PPI Kyoto juga akan mengadakan Indonesian Day, event 2 tahunan dengan target audiens masyarakat Jepang dan masyarakat Indonesia di Jepang.  

Frekuensi latihan tiap akhir pekan, biasanya hari Sabtu di berbagai tempat misal di Kamogawa (Kamo River), Shugakuin International House (Kyoto University) dan sebagainya.

Latihan angklung itu diikuti sekitar 14 atau 15 orang selalu dilakukan secara rutin di beberapa tempat, gratis tanpa bayar tempat. Angklung dan baju tradisional milik PPI Kyoto dan Senin 24 Desember akan tampil di Paris Miki di daerah Shijo Karasuma Kyoto. Penampilan biasanya tiga lagu, masing-masing sekitar lima menit.

"Kita berusaha sebisa dan seluas mungkin mempromosikan budaya Indonesia ke berbagai kalangan di Jepang. Demikian pula ingin rutin ke publik yang luas serta dapat berinteraksi dengan baik," ujar Beni, menjelaskan.

Regenerasi juga diyakini Beni dapat dilakukan dengan baik karena mahasiswa Indonesia di daerah Kansai (Osaka, Kyoto dan sekitarnya) tampaknya juga cukup banyak setiap tahun, "Kelompok angklung ini berdiri sudah cukup lama sekali tapi saya tak tahu sejak kapan ya? Nama kelompok ya Kelompok Angklung PPI Kyoto-Shiga karena dimainkan oleh para pelajar dari kedua daerah ini," jelasnya.

Satu hal yang mendapat perhatian menarik pula, mengingat Jepang memiliki empat musim, maka saat musim dingin seperti sekarang ini biasanya mereka bermain di dalam gedung International House. Namun ssaat musim panas terkadang bermain di tempat terbuka seperti dekat daerah sungai di Kyoto yang sangat indah pemandangannya dan ramai dikunjungi masyarakat setempat.
 

INTERNASIONAL POPULER

  • Beruntungnya Tentara TNI di Lebanon Didampingi Wanita Cantik…
  • Bakar Alquran, Pria Sakit Jiwa Dibunuh Massa di…
  • Dibunuh karena dituduh menodai Quran
  • Menurut Sekte Ini Kiamat Terjadi pada 1 Januari…
  • Paus memaafkan mantan pembantunya

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.