Keren, RSUD NTB Obati Gratis Pasien Tak Mampu Tanpa BPJS

Ezra Sihite, Satria Zulfikar (Mataram)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belum lama menjabat, Direktur RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Herman Mahaputra membuat gebrakan. Pasien kurang mampu dapat berobat gratis tanpa BPJS di RSUD.

"Saya tegaskan walaupun tidak punya BPJS namun pasien tersebut berasal dari warga kurang mampu harus tetap kita layani dengan maksimal dan gratis tidak boleh dipungut biaya," kata Lalu Herman Mahaputra yang kerap disapa Dr Jack di RSUD Provinsi NTB, Jumat, 16 April 2021 di Mataram.

Mantan Direktur RSUD Kota Mataram yang baru sebulan menjabat Direktur RSUD Provinsi NTB ini mengakui, meski kinerja pelayanan RSUP Provinsi sudah optimal namun tak bisa dipungkiri masih ada keluhan-keluhan masyarakat.

Maka berobrat gratis ini dilakukan untuk melakukan pembenahan pelayanan kesehatan. Masyarakat akan dilayani maksimal untuk berobat.

Selain memberikan pelayanan gratis untuk warga kurang mampu, RSUD Provinsi NTB juga melakukan pembehanan sistem administrasi pelayanan.

Menurut Dr Jack, saat ini tengah dilakukan pembenahan sistem rujukan dan sistem antrean pasien. Terutama bagi pasien yang memerlukan tindakan terencana atau operasi elektif.

RS juga akan memberlakukan layanan administrasi yang bersifat one stop service dengan memangkas alur pelayanan administrasi untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan di rumah sakit.

"Sehingga masyarakat yang datang membutuhkan layanan bisa lebih cepat ditangani," ujarnya.

Dr Jack menekankan, dirinya menjamin tidak akan terjadi lagi adanya penolakan pasien di RSUD Provinsi NTB.

"Kami juga sudah membentuk tim cyber untuk melacak dan menindaklanjuti informasi dan berita di media sosial dengan bekerjasama dengan pihak berwenang. Sehingga keluhan masyarakat bisa cepat kita atensi," ujarnya.

Dia menegaskan, masyarakat yang punya keluhan terhadap layanan di RSUD Provinsi NTB juga bisa langsung menyampaikannya ke Direktur RSUD Provinsi NTB setiap saat.

"Paradigma RS harusnya sudah berubah. Jangan lagi ada warga yang sakit namun takut atau enggan ke RS hanya karena memikirkan biaya dan sulitnya akses pelayanan. Kita berharap pembenahan-pembenahan ini memaksimalkan layanan RSUD Provinsi NTB ke depan," ujarnya.