Keren Tanpa Nyampah, Semangat Berkontribusi Selamatkan Bumi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Semangat menjaga Bumi tak hentinya diupayakan banyak pihak, termasuk pelaku bisnis. Satu di antaranya adalah The Body Shop Indonesia yang menggagas kampanye "Keren Tanpa Nyampah" yang diwujudkan dalam sederet langkah, dari daur ulang hingga refill station.

Executive Chairperson and Owner The Body Shop Indonesia Suzy Hutomo menyampaikan pihaknya menjalankan bisnis yang beretika. Perusahaan kecantikan ini mengklaim selalu memasukkan faktor lingkungan ke dalam beragam hal yang dilakukan.

"Jadi kita ingin mengedukasi, memberi solusi, dan melakukan kolaborasi, serta langkah-langkah inovatif untuk mengatasi isu sampah plastik, khususnya sampah plastik dari beauty products," kata Suzy dalam konferensi pers virtual #KerenTanpaNyampah, Selasa (14/9/2021).

Suzy juga kembali memperkuat program Bring Back Our Bottles (BBOB) yang telah dimulai sejak 2008. Ini bermaksud mengajak pelanggan mengembalikan kemasan kosong produk The Body Shop di toko-toko terdekat untuk didaur ulang dan hasil pengolahannya dipakai sebagai pemberdayaan masyarakat.

"Sejak 2008, sudah terkumpul sembilan juta kemasan yang kembali dari customer, thank you very much karena telah membantu mengurangi sembilan juta sampah kemasan plastik masuk ke TPA," lanjutnya.

Kini, ada target yang ditetapkan dalam program BBOB. "Target BBOB, sekarang September sampai September tahun depan, kami menargetkan untuk minta bantu mengembalikan dua juta kemasan untuk kita recycle," jelas Suzy.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ekonomi Sirkular

Refill Station The Body Shop Indonesia di Kota Kasablanka. (dok. The Body Shop Indonesia)
Refill Station The Body Shop Indonesia di Kota Kasablanka. (dok. The Body Shop Indonesia)

Pihaknya ingin menyempurnakan program BBOB 2.0 lewat full circular economy. Dikatakan Suzy, pihaknya berkomitmen dalam upaya menyelamatkan Bumi dengan mendaur ulang dan tetap menjaga lingkaran pengolahan sampah tetap berputar.

"Supaya sumber daya yang kita pakai untuk gaya hidup kita, kemasan, itu tidak terus diambil dari planet Bumi. Ke depan harus tetap punya Bumi yang indah untuk generasi selanjutnya," ungkap Suzy.

Suzy menyebut, botol kemasan plastik yang dikembalikan pelanggan selanjutnya didaur ulang menjadi beberapa barang, mulai dari soap dish hingga pocket mirror. Ke depan, menurut Suzy, akan ada pula botol daur ulang untuk projek sosial yang akan dirilis 2022 mendatang.

Refill Station

Refill Bottle The Body Shop Indonesia di Kota Kasablanka. (dok. The Body Shop Indonesia)
Refill Bottle The Body Shop Indonesia di Kota Kasablanka. (dok. The Body Shop Indonesia)

Lewat inisiasi ini, The Body Shop Indonesia juga memperkenalkan refill station yang kini telah hadir di mal Kota Kasablanka, Jakarta. Nantinya akan ada refill station di beberapa toko di kota lain pada tahun depan.

"Kenapa refill? Karena menjadi solusi bukan hanya untuk mengurangi konsumsi plastik kemasan dan baik bagi Bumi, namun tentu saja lebih hemat dan bikin Anda jadi 'Keren Tanpa Sampah,'" tambahnya.

Cukup dengan mengambil botol aluminium isi ulang berukuran 300 ml, pelanggan akan mendapatkan harga yang sama dengan membeli botol kemasan plastik berukuran 250 ml. Refill station ini memungkinkan pelanggan memilih 10 varian terbaik dan favorit merek tersebut, seperti shower gel, sampo, conditioner, dan hand wash.

Jika sudah habis, botol tersebut dapat dicuci terlebih dahulu. Daftar harganya: aluminum refill bottle (300 ml) Rp99 ribu, body wash refill (300 ml) Rp99 ribu, hand wash refill (300 ml) Rp129 ribu, shampoo refill (300 ml) Rp119 ribu, dan conditioner refill (300 ml) Rp129 ribu.

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel