Keren, Tugas Baru Aprilio Perkasa Manganang Usai Tinggalkan Voli

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penantian 28 tahun itu akhirnya terwujud. Hakim Tunggal PN Tondano, Nova Loure Sasube mengabulkan permohonan Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang.

Kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu kini sah menyandang status laki-laki. Dia juga kini telah berganti nama menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

"Terimakasih yang mulia, terimakasih. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk saya ke depan. Awal yang baru karena ini yang saya tunggu selama ini," kata Aprilio di Mabes Angkatan Darat, Jakarta.

Sementara itu, KSAD Jenderal Andika Perkasa mengatakan soal Aprilio kembali menekuni dunia voli yang selama ini membesarkan namanya, membutuhkan waktu yang panjang. Jendral Andika menjelaskan, perlu adanya proses administrasi dan pemulihan kondisi fisik.

"Aprilio masih harus menjalani transisi dan pemulihan kondisi fisiknya. Dia masih harus operasi lanjutan," ucapnya.

Jenderal Andika melanjutkan, Aprilio nantinya akan ditugaskan di Direktorat Perbekalan dan Angkutan. Di elemen perbekalan, misalnya, ada bagian yang khusus masak-memasak.

Sebab, Aprilio dinilai kurang tepat bertugas di Korps Ajudan Jenderal Angkatan Darat, karena lebih banyak administrasi, sedangkan Aprilio orang yang praktisi, pekerja lapangan.

"Dia memasak secara natural. Kalau yang lain membuat sayur asem, misalnya, harus melihat catatan, dia tidak. Natural saja. Saya akan kursuskan dia (memasak), sehingga nantinya bisa sekelas Chef lah," ucapnya.

Aprilio sebelumnya berkibar setelah menjadi atlet voli andalan Indonesia bersama dengan kakaknya Amasya. Karier profesionalnya di bola voli diawali dengan memperkuat Alco Bandung.

Lalu ia juga sempat membela beberapa klub seperti BNI 46 hingga Manokwari Valeria. Namun puncak prestasinya di level klub terjadi saat ia memperkuat Jakarta Elektrik PNL dengan torehan tiga gelar Proliga.

Aprilio juga sempat membawa PGN Popsivo Polwan menjadi kampiun. Tak hanya itu, Aprilio Perkasa pernah menyabet penghargaan pemain terbaik atau MVP sebanyak tiga kali (2016, 2017 dan 2019).

Sukses di tanah air, ia akhirnya dipinang klub voli Thailand, Generali Supreme Chonburi E-Tech. Saat itu ia sukses membawa Generali Supreme Chonburi E-Tech menjadi jawara Thai-Denmark Super League 2019. Plus menyabet gelar MVP.

Bersama timnas Merah Putih, sosok bertubuh tegap ini berhasil mempersembahkan medali perunggu SEA Games 2015 dan 2019 serta perak SEA Games 2017.

Namun tahun lalu tepatnya pada September 2020, ia membuat gempar tanah air karena secara tiba-tiba memutuskan pensiun. Padahalnya usianya dianggap masih sangat produktif.