Kerennya Mobil Operasional Ikatan Motor Indonesia

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ikatan Motor Indonesia merupakan sebuah organisasi yang menaungi kegiatan balap di Tanah Air. IMI pertama kali berdiri pada Pada 27 Maret 1906 dengan nama Javasche Motor Club, yang berkantor di jalan Bojong 153 – 156, Semarang.

Tugas yang diemban meliputi pembuatan aturan, serta mengawasi jalannya olahraga otomotif, termasuk program-program pariwisata.

Mereka juga aktif berpartisipasi dalam menciptakan keamanan lalu lintas dan ketertiban di jalan raya kepada masyarakat, dan khususnya untuk semua penggemar olahraga yang berhubungan dengan kendaraan.

Pada tahun ini, IMI membuat gebrakan dengan menghadirkan kendaraan operasional yang memiliki spesifikasi canggih. Kendaraan yang dimaksud adalah Hyundai Ioniq, yang digerakkan sepenuhnya oleh energi listrik.

“OFFICIAL CAR IMI: Hyundai IONIQ Full Electric,” tulis Ketua IMI, Bambang Soesatyo di akun Instagram pribadinya.

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua MPR RI itu menjelaskan, ada banyak faktor yang membuat IMI memutuskan untuk menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan operasional.

“Pertama, mendukung program pemerintah dalam pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai. Kemudian, mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam hal subsidi bahan bakar minyak,” tuturnya kepada VIVA Otomotif, Jumat 5 Februari 2021.

Alasan ketiga, kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu adalah karena mobil listrik sama sekali tidak menghasilkan polusi. Jadi, sangat ramah lingkungan.

Hyundai Ioniq juga dilihat sebagai sebuah kendaraan yang akan jadi tren di masa depan. Beragam teknologi keren dipasang, untuk memastikan pengemudi bisa menempuh perjalanan jauh dan tidak ada kendala saat pengisian ulang dayanya.

“Harga masih tergolong terjangkau oleh masyarakat, dibandingkan dengan Tesla. Harganya Rp600 jutaan, hampir sama dengan Toyota Fortuner,” ungkapnya.

Sebagai informasi, beberapa instansi lain juga mengungkapkan bahwa mereka akan memakai mobil ini sebagai kendaraan dinas. Mulai dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi hingga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ioniq yang saat ini didatangkan secara utuh dari Korea Selatan mampu menempuh jarak lebih dari 300 kilometer, sebelum harus diisi ulang baterainya. Waktu pengecasan dari nol hingga 80 persen yakni kurang dari satu jam di SPLU dengan sistem fast charging.