Kereta Api Pengangkut Batubara Anjlok  

TEMPO.CO, Lampung- Kereta pengangkut batubara atau biasa disebut Babaranjang mengalami kecelakaan di dekat stasiun Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Senin, 22 April 2013 sekitar pukul 21.30 WIB. Roda lokomotif kereta yang mengangkut ribuan ton batubara anjlok dari rel di jalur satu tidak jauh dari stasiun. "Tidak ada korban jiwa. Kami bekerja keras untuk mengevakuasi lokomotif yang anjlok itu," kata Junior Manajer Jalan Rel dan Jembatan PT. Kereta Api Subdrive III Tanjung Karang, Selasa, 23 April 2013.

Anjloknya kereta yang hendak menuju ke Tarahan, Lampung Selatan itu membuat jadual kereta api penumpang terganggu. Kereta Api Limex yang hendak menuju Palembang, Sumatera Selatan tertahan hingga empat jam lebih sebelum petugas mengalihkan je jalur tiga yang kondisinya masih rusak. "Selain fokus mengevakuasi kami juga harus mengatur lalu lintas kereta api agar mereka bisa masuk menggunakan jalur yang tersisa secara bergantian," katanya.

Akibat kecelakaan itu, rel kereta api di jalur satu bengkok dan patah. Puluhan petugas PT. KA berusaha meluruskan kembali rel yang bengkok dan mengganti yang patah. "Kami belum megetahui penyebab anjloknya lokomotif itu. Kerugian juga belum dihitung oleh tim," ujarnya

Kecelakaan itu membuat penumpang kereta api Limex Sriwijaya mengaku kesal karena perjalanan mereka terganggu. Mereka harus menunggu hingga empat jam untuk melanjutkan perjalanan. "Semestinya petugas sigap dengan mengoperasikan jalur lain karena lokasi kejadian tidak jauh dari percabangan jalur rel. Tapi mau bagaimana lagi," kata Ahmad Juliansah, salah seorang penumpang.

NUROCHMAN ARRAZIE

Topik terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya | Prahara Demokrat

Berita lainnya:

Tersangka Bom Boston Ngetwit Setelah Ledakan

Hari Bumi 2013: Pergantian Musim Google Doodle

Menteri Keuangan Diberhentikan Saat Bertugas di AS

Erik Meijer Dinilai Tidak Pantas Jadi Direksi Garuda

Jokowi Ragu Lanjutkan MRT?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.