Keributan Warnai Duel Kalteng Putra Vs PSBS Biak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Balikpapan - Putaran kedua grup D pada Liga 2 Indonesia terus bergulir di stadion Batakan, Balikpapan. Pertandingan lanjutan pada Rabu (17/11/2021) sore mempertemukan PSBS Biak dengan Kalteng Putra.

Hasilnya PSBS Biak harus menelan pil pahit setelah kalah telak 3-0 tanpa balas atas Kalteng Putra. Gol diciptakan oleh Nur Akbar Jawara Munir (4), Giofani (53), serta Tamsil Sijaya (Pen 104).

Dalam pertandingan lanjutan itu sempat diwarnai keributan. Pemicunya karena kesalahpahaman antarpemain, sehingga menyebabkan pemain hingga official tim ikut terlibat dalam keributan.

Pantauan di lapangan, keributan bermula saat terjadi pelanggaran yang dilakukan pemain PSBS Biak, hingga pemain biak mendapatkan kartu kuning sebanyak 2 kali dan wasit pun mengeluarkan kartu merah pada Patrison Lucky Rumere.

Pemain PSBS Biak tidak terima dan melempar bola ke bench pemain Kalteng Putra, dan terjadilah keributan hingga mengakibatkan baku pukul antara pemain Biak dan Kalteng.

Tidak hanya sampai di situ, pemain cadangan pun turun dan mengejar salah seorang pemain Kalteng Putra hingga memutari lapangan. Hingga akhirnya pihak keamanan berhasil melerai keributan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kritik Wasit

Sementara itu, dalam jumpa pers usai laga, pelatih PSBS Biak Ega Rakha Dani menyampaikan, sebenarnya ia sudah menyusun skenario untuk meredam Kalteng Putra.

"Tapi yang kami soroti adalah keanehan dari kepemimpinan wasit, sudah dua kali memimpin saat PSBS Biak bermain dua kali juga dia memberikan kartu merah kepada pemain kami," ucapnya.

Terkait insiden keributan, ia mengaku tidak mengetahui persis kejadian itu. "Tetapi setelah pelanggaran wasit tidak memberikan kartu untuk kami dan ada pemain Kalteng yang menyulut amarah dari tim kami," paparnya.

Lebih jauh Pelatih Kalteng Putra Eko Tamanie mengatakan, sebenarnya permainan kedua tim cukup berimbang, ia pun meminta kepada anak asuhnya untuk bermain tenang hingga akhirnya bisa memenangkan laga ini. Dirinya sangat menyayangkan dengan adanya keributan yang terjadi.

"Seandainya tadi wasit tegas kemungkinan tidak terjadi seperti itu. Itu diluar dugaan kami, kami langsung diserang di bench pemain. Kiper cadangan kami juga di kartu merah tentunya ini sangat merugikan bagi kita," kecewanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel