Keris Sakti Jenderal Djoko Ada yang Untuk Gaet Wanita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Irjen Pol Djoko Susilo menceritakan bahwa kebanyakan keris-keris pusaka miliknya itu didapatkan dengan mencari di berbagai penjuru nusantara. Namun, ada juga sejumlah keris dan benda-benda pusaka lain yang ia dapat dari orang-orang yang datang menawarkannya.

Menurutnya, baik keris-keris pusaka yang dijual belikan, maupun diberikan secara cuma-cuma oleh orang lain, itu tidak lantas bisa langsung dimiliki. Karena benda-benda sakti itu juga memiliki jodoh.

"Jadi (Jual beli keris) sama seperti orang punya duit dan ingin beli rumah, tapi belum tentu rumah itu terbeli. Sama seperti naik haji, punya uang untuk naik haji, tapi ada yang gagal berangkat," ujarnya.

"Jadi tangan cocok atau tidak itu memang ada," imbuhnya.

Djoko mengaku dari keris-keris yang dimilikinya itu mempunyai kesaktian masing-masing, termasuk untuk penggaet wanita dan kejantan pria.

"Beda-beda (kesaktiannya). Yah ada yang buat itu," aku Djoko sambil menunjuk jari ke arah selangkangan kuasa hukumnya, Juniver Girsang.

Juniver dan dua petugas KPK yang mengawal Djoko serta para wartawan tampak terperangah saat menyaksikan jenderal polisi bintang dua bercerita. Selang beberapa detik, semua langsung tertawa, tak terkecuali Djoko.

Lebih lanjut mantan Kakorlantas Polri itu mengungkapkan, kesaktian lain dari keris-keris yang dimilikinya adalah untuk tetap wibawa di depan anak buah, tetap dalam keadaan tenang, murah rezeki, bertangan dingin dan lainnya.

"Yang paling sakti itu rahasia," ujarnya seraya tertawa.

Baca Juga:

Djoko Susilo Jual Salah Satu Keris Saktinya ke Warga Jerman

Enam Penyidik KPK Kompak Bantah Tekan Saksi Simulator SIM

Saksi Kasus Simulator SIM Keluhkan Asetnya yang Diblokir

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.