Kerja ala Bandung Bondowoso, Gudang di Kawasan SIER Disulap Jadi Tempat Isoter

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan pujian tempat Isolasi Terpadu (Isoter) Covid-19 di kawasan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Karena fasilitasnya yang lengkap seperti oksigen yang mengalir langsung dari pabriknya.

“Atas perintah Menko Marves untuk mendirikan rumah oksigen. Sebelumnya kami telah mendirikan rumah sakit darurat di Jalan Opak, Surabaya. Namun untuk fasilitas lebih baik di sini, karena fasilitas oksigen terjamin 24 jam. Karena sebelahnya pabrik oksigen,” ujarnya usai meninjau rumah oksigen di Jalan Berbek Industri I, Jumat (20/8/2021).

KSAL menjelaskan, fasilitas bed di rumah oksigen ini sebanyak 76 bed. Sebanyak 40 bed untuk laki-laki dan 36 bed wanita. Sedangkan tenaga medisnya akan diambil dari RS Marinir Ewa Pangalila bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.

“Sebagai penanggung jawab pengoperasionalannya adalah RS Marinir Ewa Pangalila. Di sini untuk pasien OTG dan ringan. Jika saat observasi sedang dan berat, langsung di bawa ke RSAL. Tadi saya juga sudah coba sendiri oksigennya. Saturasi saya 96 langsung naik menjadi 99. Oksigennya murni, jadi bagus untuk pasien darurat,” ungkapnya.

Dengan adanya rumah oksigen ini, KSAL meminta masyarakat yang positif Covid-19 daripada isoman lebih baik isoter di rumah oksigen di kawasan SIER ini. Sebab selain fasilitasnya lengkap, juga akan lebih terpantau kesehatannya karena ada perawat dan dokter yang menjaganya.

“Daripada isoman di rumah, lebih baik di sini. Tapi meski begitu, saya berharap tidak ada yang ke sini karena semua sehat. Sekali lagi, terima kasih Kementerian PUPR, Samator, PT SIER yang telah menyulap gedung dengan kerja Bandung Bondowosonya untuk pasien Covid-19,” pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gudang Kosong

Direktur Operasi PT SIER, Didik Prasetiyono mengatakan, semula gudang yang digunakan untuk rumah oksigen ini adalah bangunan pabrik siap pakai (BPSP) yang kosong. Karena saat itu jumlah pasien Covid-19 sangat tinggi, SIER ingin peran serta membantu pemerintah melakukan penanganan Covid-19.

“Ini bentuk keprihatinan kita saat hebohnya serangan Covid-19 varian Delta, banyak yang mencari oksigen karena sesak nafas. Akhirnya kami bertemu beberapa pihak termasuk dengan Pak Rachmad Harsono (Presiden Direktur dari PT Aneka Gas Industri Tbk, anak perusahaan dari Samator Group)," ucapnya.

"Kami diskusi akhirnya sepakat untuk mendirikan rumah oksigen. Renovasi gedung dilakukan Kementerian PUPR. Untuk tenaga kesehatannya petunjuk Pak Luhut (Menko Marves) dari TNI AL,” ujar Didik.

Setelah kerja keras berbagai pihak, lanjut Didik, akhirnya fasilitas semua lengkap dalam waktu tiga minggu. Terbangunnya rumah oksigen ini adalah kerja gotong royong dari semua pihak.

“Ini adalah bentuk gotong royong sesungguhnya. Kita berharap ini rumah oksigen jadi bantuan saat situasi kritis, alhamdulillah saat ini tren jumlah kasus Covid-19 menurun," ucapnya.

Rumah oksigen ini adalah bentuk kontigensi plan, lanjut Didik, jika ada lonjakan ketiga atau ada peningkatan Covid-19 kita bisa sama-sama bahu-membahu dengan rumah sakit.

"Terima kasih khusus kami sampaikan kepada Pak Menko Marves, Pak Menkes, Pak Menteri PUPR, Pak Menteri BUMN, Pak KSAL, Bu Gubernur Jatim dan Pak Wali Kota Surabaya atas arahan dan bantuannya,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel