Kerja Cerdas Tim Kesehatan Kawal Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memberi apresiasi tinggi atas kerja tim kesehatan melayani jemaah. Meski terhambat sejumlah aturan di Saudi, tim kesehatan tetap bekerja maksimal membantu jemaah utamanya di jalur menuju jamarat.

"Mereka ini salah satu kunci sukses pelayanan jemaah haji. Saya melihat sangat siap dan menurut saya sangat luar biasa. Banyak aturan yang sebenarnya secara harfiah justru menghambat pergerakan pelayanan kesehatan cepat, tapi bisa diatasi teman-teman," kata Menag saat meninjau pos kesehatan di Mina, Sabtu (9/7) malam.

Adapun aturan yang ditetapkan Saudi dan dinilai cukup mengganggu. Seperti dilarangnya kendaraan apapun termasuk kursi roda kosong masuk area Jamarat.

"Tapi teman-teman akali caranya bawa kursi roda dengan diisi beberapa barang supaya bisa masuk ke terowongan sana," kata Menag.

Kesulitanya, tidak ada ruang yang disediakan ketika di titik tertentu jemaah butuh penanganan. Beruntung, di antara banyaknya hambatan semua bisa diatasi dengan baik oleh petugas kesehatan.

"Jadi kalau terjadi sesuatu di terowongan misalnya untuk lakukan evakuasi atau pertolongan sementara harus di pinggir, tidak bisa lama-lama diusir-usir. Beruntung selama ini, dari beberapa pengalaman, tadi disampaikan bisa diatasi," jelas Menag.

"Sekali lagi kerja teman-teman tenaga kesehatan luar biasa. Mereka sangat membantu jemaah. Mudah-mudahan sampai haji selesai tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan kalau pun ada, bisa teratasi," kata Yaqut.

Di kesempatan terpisah, Kapuskes Haji Kemenkes, dr Budi Sylvana mengakui ada kesulitan ketika jemaah harus segera dievakuasi tetapi titiknya terowongan. Sebab, tim kesehatan dilarang membawa kursi roda kosong ke dalam terowongan.

"Makanya kursi roda kosong tidak bisa masuk kita akali isi air, makanan logistik, sehingga bisa dibawa," jelas Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Budi sangat mengimbau pada ketua kloter, ketua regu dan KBIH untuk benar-benar mengawal jemaah yang akan dan pulang dari jamarat. Sebab di titik-titik itu, banyak jemaah lupa jalan pulang ditambah lagi dehidrasi akibat kelelahan.

"Ini harus diantisipasi karena banyak jemaah tumbang di Jemarat. Karena tahun ini tidak boleh ada kursi roda dan kendaraan masuk Jamarat. Pertolongan cepat hanya bisa dilakukan EMT ada delapan titik, 4 atas jamarat 4 di bawah," matanya.

"Tim ini untuk menyisir jemaah tersasar, kelelahan dan gangguan kesehatan di jalur Jemarat ya," tutup Budi. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel