Kerja Pengawasan DPR Dinilai Menonjol di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit

VIVA - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai DPR yang mayoritas dikuasi koalisi partai pendukung pemerintah telah membuktikan bahwa kerja pengawasannya tidak berkurang. Terlebih dalam mengawasi penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah.

“Kalau di awal ada kekhawatiran publik DPR hanya akan jadi tukang stempel pemerintah, sekarang kekhawatiran itu bisa terhapus dengan kerja-kerja pengawasan DPR yang sangat menonjol di saat pandemi,” kata Adi saat dihubungi wartawan, Selasa, 31 Agustus 2021.

Adi mengatakan tanpa pengawasan yang ketat dari DPR, penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah bisa melenceng dari yang seharusnya.

Ia secara khusus memuji peran Ketua DPR Puan Maharani, yang meski merupakan pimpinan parpol terbesar pendukung pemerintah di DPR, tetap kritis terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Sikap kritis Puan soal testing, vaksinasi, PPKM dan sebagainya menujukkan fungsi checks and balances DPR terhadap pemerintah berjalan dengan baik,” kata Adi.

Baca juga: Daftar 10 Anggota DPR RI yang Meninggal akibat COVID-19

Adi menyebut hal itu merupakan langkah baik DPR di bawah pimpinan Puan Maharani dan 4 wakil ketua lainnya, yang terus belajar untuk mendengar suara rakyat yang sedang sulit di kala pandemi COVID-19.

Fungsi Anggaran dan Legislasi

Adi melanjutkan soal fungsi anggaran, DPR bersama-sama pemerintah juga menyusun APBN yang responsif bagi penanganan pandemi COVID-19, mulai dari Perppu Nomor 1 Tahun 2020, UU APBN 2021 dan hingga kini mengawal pembahasan RAPBN 2022.

“Tanpa anggaran negara yang adaptif terhadap ketidakpastian akibat COVID-19, kebijakan pemerintah menangani pandemi bisa tidak seresponsif sekarang ini,” kata Adi.

Kemudian dalam hal legislasi, Adi memahami rapat-rapat DPR dalam penyusunan undang-undang terhambat oleh COVID-19 yang menyerang sejumlah anggota, bahkan ada 10 anggota yang meninggal dunia. Namun, kata Adi, seiring dengan melandainya kasus COVID-19, DPR harus meningkatkan lagi kerja legislasi sebagai bagian dari proses menyerap aspirasi rakyat.

“Jadi menyerap aspirasi rakyat harus simultan, baik di pengawasan, budgeting maupun legislasi,” katanya.

DPR merayakan hari ulang tahunnya yang ke-76 pada 29 Agustus 2021 lalu. Adi menilai lembaga itu terus berbenah diri untuk menyerap seluruh aspirasi masyarakat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel