Kerjasama Pangan dengan Jatim, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 3,9 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelontorkan dana sebesar Rp 3,9 miliar untuk perjanjian kerja sama (PKS) industri perdagangan, rencana kebutuhan pangan, pemesanan dan pembelian dengan Pemprov Jawa Timur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bila DKI Jakarta memiliki sekitar 17-18 persen aktivitas perekonomian di Indonesia untuk dikontribusikan ke seluruh provinsi.

"Di sisi lain, kami di Jakarta adalah kota jasa yang memiliki ketergantungan pada komoditi dari luar daerah, khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar amat tinggi. Jika dihitung, bisa lebih dari 98 persen dari pasokan kebutuhan pangan," kata Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Lanjut Anies, BUMD akan mendapatkan tugas untuk mengelola supply, memastikan ukuran, jumlah, serta lokasinya. Yakni guna pendistribusi pasokan untuk kebutuhan warga Jakarta lebih optimal dan efisien.

"Artinya apa? Kebutuhan dipercayakan kepada mekanisme pasar, ketika BUMD beroperasi. Kita menginginkan hal ini agar makin hari pasar yang ada di Jakarta makin bisa terpenuhi dengan baik," ucapnya.

Jatim Salah Satu Produsen Kebutuhan Pangan di Jakarta

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, Jawa Timur merupakan salah satu daerah produsen kebutuhan pangan di Jakarta. Anies juga menyatakan kerjasama keduanya diharapkan dapat memberikan manfaat.

"Jangan lupa, kita bertemu hari ini bukan sekadar keuntungan lebih tinggi, bukan sekadar peluang bisnis lebih besar, tetapi ujungnya adalah menghadirkan keadilan sosial bagi semua yang terlibat di sini," jelas Anies.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan apresiasinya terkait kerjasama misi perdagangan tersebut. Menurut dia, kegiatan tersebut juga dapat menjalin persaudaraan antara Pemprov DKI dan Jawa Timur.

"Tadi Gubernur (Anies) juga menyapa pelaku UMKM baik dari Jatim maupun DKI, dan kami rasa ini menjadi semangat yang luar biasa. Setelah ini, mudah-mudahan komunikasi akan terus terjalin. Kami juga melihat BUMD di DKI memiliki kerja sama inovatif, sehingga kami banyak belajar," jelas Emil.

Saksikan video pilihan di bawah ini: