Keroyok Suporter PSS Sleman hingga Tewas, Dua Pemuda Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Polres Sleman menangkap dua tersangka pengeroyok Tri Fajar Firmansyah, sehingga suporter PSS Sleman itu meninggal dunia. Dua tersangka berinisial FDAP (26), warga Sleman, dan AC (24), warga Bantul.

KBO Satreskrim Polres Sleman Ipda M Safiudin mengatakan, para tersangka mengeroyok korban pada Senin (25/7) bersamaan dengan terjadinya keributan antarsuporter di Yogyakarta. Para tersangka ditangkap pada Selasa (26/7) lalu.

Safiudin menerangkan kejadian bermula saat korban dan temannya sedang berada di Mirota Babarsari. Kemudian dari arah barat ada sekelompok pengendara sepeda motor yang melintas dan langsung menyerang korban.

"Korban dikejar oleh pelaku. Korban sempat terjatuh dan dikeroyok pelaku. Korban pingsan dan dibawa ke RSPAU Hardjolukito. Korban meninggal pada Selasa (2/8) kemarin," kata Safiudin di Polres Sleman, Rabu (3/8).

Tak Terkait Keributan Suporter

Safiudin mengatakan, pengeroyokan itu tidak ada kaitannya dengan keributan suporter pada Senin (25/7). Saat itu memang sempat terjadi keributan antara suporter Persis Solo dengan warga.

"Peristiwa itu (pengeroyokan berujung tewasnya Fajar) tidak terkait dengan rombongan suporter. Hanya saja memang waktunya bersamaan," jelas Safiudin.

Dia memastikan FDAP dan AC tidak ada afiliasi dengan kelompok suporter tertentu.

"Tidak (tersangka tidak ada afiliasi dengan suporter tertentu). Saya ulangi lagi, peristiwa ini tidak terkait dengan suporter namun hanya waktunya saja bersamaan," ungkap Safiudin.

Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

Kedua pelaku mempunyai peran yang berbeda dalam pengeroyokan itu. "Pelaku berinisial FDAP ini secara langsung melakukan kekerasan ke korban. Sementara pelaku AC menjadi joki sepeda motornya," imbuh Safiudin.

Safiudin mengungkapkan sejumlah barang bukti diamankan dari tersangka. Barang bukti ini diantaranya adalah sepeda motor, HP, helm dan pakaian.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP ayat (2) ke 3 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," tegas Safiudin. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel