Kerry Washington dan Oprah Winfrey duet di film "Six Triple Eight"

Kerry Washington dan Oprah Winfrey akan melakukan duet akting di film Netflix terbaru berjudul "Six Triple Eight" sebagai pemeran utama, menurut laporan Variety yang disiarkan Rabu (11/1) waktu setempat.

Diarahkan oleh sutradara Tyler Perry, film tersebut didasarkan pada kisah nyata dari satu-satunya batalion Perang Dunia II yang semuanya beranggotakan perempuan kulit hitam, yaitu Batalion Direktori Pos Pusat ke-6888 atau dijuluki dengan "Six Triple Eight".

Dengan skenario yang juga ditulis oleh Perry, cerita diangkat berdasarkan artikel karya Kevin M. Hymel yang diterbitkan di WWII History Magazine oleh Sovereign Media.

Anggota yang terdiri dari 855 perempuan kulit hitam itu diberi tugas yang sangat berat untuk memilah-milah dan mengirimkan surat "backlog" yang tidak terkirim selama tiga tahun.

Sinopsis film "Six Triple Eight" menyebutkan para perempuan kulit hitam itu dihadapkan pada diskriminasi, tanah asing, dan negara yang dilanda perang. Mereka bertahan dan menyortir lebih dari 17 juta surat yang dapat menghubungkan tentara Amerika dengan keluarganya di rumah.

Selama hampir 75 tahun, kisah mereka dijauhkan dari buku-buku sejarah dan jauh dari sorotan nasional. Namun pada tahun lalu, Presiden AS Joe Biden memberikan penghargaan dan pengakuan kepada batalion tersebut.

Selain Washington dan Winfrey, film juga akan melibatkan bintang-bintang lain seperti Ebony Obsidian, Milauna Jackson, Kylie Jefferson, Shanice Shantay, dan seterusnya. Di samping akting, Washington juga akan menjadi produser eksekutif.

Sebelumnya pada tahun lalu, sutradara Perry mengatakan kepada Variety bahwa film dia berikutnya akan berlatar Perang Dunia II. Netflix secara resmi mengumumkan film tersebut pada Desember lalu. Produksi "Six Triple Eight" dimulai awal pekan ini.

Baca juga: George Clooney, Kerry Washington dan Don Cheadle buka sekolah kru film


Baca juga: Dibalik Ketenaran Kerry Washington 'Hustle'


Baca juga: Perusahaan Oprah Winfrey gugat siniar "Oprahdemics"