Kerugian Akibat Pelabuhan Capai Rp 3,5 Triliun

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia Sahat Sinaga mengatakan, jika pelabuhan tidak kunjung dimodernisasi dan ditambah jumlahnya diperkirakan akan terjadi kerugian US$ 350 juta (Rp 3,5 triliun) per tahunnya.

Kerugian ini didasarkan pada jumlah ekspor yang mencapai angka 79 persen dari total 30 juta ton dikali kelebihan biaya antara US$ 15-20 dari setiap ton yang diekspor. "Jika jumlah kerugian itu digunakan untuk membangun pelabuhan tentu akan lebih baik," katanya Selasa, 9 Juli 2013.

Dia menjelaskan kapasitas ekspor akan terus meningkat hingga 2020. Jika kebutuhan pelabuhan tidak dipenuhi maka kerugian bisa saja bertambah. Perhitungan angka US$ 15-20 itu hanya dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia. "Jika pemborosan dibuat di pelabuhan, berapa banyak yang bisa dibangun," kata Sahat.

Menurut Sahat, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan harus membangun paling sedikit tiga pelabuhan baru. Yakni, di pantai barat Sumatera, di Kalimantan Timur, dan Pontianak. Alasannya, Sumatera merupakan penghasil ekspor yang besar, khususnya sawit. Namun pelabuhan yang kecil membuat pengiriman tidak maksimal. Menurut dia pelabuhan bisa dibangun di perbatasan Sumatera Utara dan Sumatera Barat. "Di Mandailing Natal, Navigasi kapal bisa langsung ke India," ujarnya.

Pembangunan tiga pelabuhan penting ini diprediksi bisa memenuhi volume ekspor 600-700 juta ton per tahunnya. Selain itu juga bisa menekan ongkos ekspor barang hingga US$ 5-8 dolar per ton jika dibandingkan dengan Pelabuhan Belawan. Saat ini, kata Sahat, di pelabuhan Belawan barang ekspor bisa tertahan hingga 14 hari lamanya.

Dia meminta otoritas perhubungan dan pemerintah terkait bisa segera mengalokasikan dana untuk peremajaan pelabuhan dan pembangunan pelabuhan baru. Pada pelabuhan tersebut harus bisa digunakan kapal besar (mothership) sehingga diperkirakan bisa mencapai 50 ribu ton per pengiriman. "Ini bisa untuk menghemat US$ 350 juta dolar itu," katanya.

RAMADHANI

Topik terpopuler:

Penemu Muda | Bursa Capres 2014 | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

Berita lainnya:

Modus Baru, Bobol ATM Tanpa Mengurangi Saldo

Bos Sanex Steel Disebut Pernah Setor Anas Rp 5 Miliar

Usut Korupsi, Jenderal Heru Malah Dihukum 6 Bulan

5 BUMN yang Diduga Saweran untuk Anas Urbaningrum

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...