Kerumunan Acara Habib Rizieq, Pemprov DKI: Jumlah Kami Terbatas

Hardani Triyoga, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan alasan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI tak bisa mencegah atau membubarkan kegiatan kerumunan yang terdapat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Salah satunya acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat.

Pun, acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta, pada Sabtu, 14 November 2020.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan saat itu sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan lainnya, dalam melakukan pencegahan agar tak terjadi kerumunan di lokasi tersebut.

"Kan ada batasan-batasan, jumlah kami juga terbatas. Kami sudah koordinasikan saat itu dengan aparat lainnya. Kan kami tidak bisa berdiri sendiri. Kami sudah imbau dan sosialisasi, ada baliho, spanduk, kami minta dan lain sebagainya," kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Senin, 16 November 2020.

Ia menyebutkan, mereka yang datang ke lokasi acara Maulid Nabi Muhammad SAW bukan orang yang diundang dalam acara tersebut. Melainkan datang atas inisiatif sendiri.

"Kan orang yang datang itu bukan yang diundang. Orang berbondong-bondong begitu, bukan orang yang diundang," ujar politikus Gerindra itu.

Riza menambahkan, Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sudah mengimbau dan meminta Habib Rizieq serta FPI agar mematuhi protokol kesehatan COVID-19. "Itu sudah kami minta supaya tidak ada kerumunan," katanya.

Baca Juga: Jokowi-Megawati Didoakan Umur Pendek, PDIP: Haram, Belum Tentu Dijabah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan keprihatinan pemerintah terkait acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu malam, 14 November 2020. Acara tersebut memunculkan kerumunan massa sehingga terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Terkait itu, Front Pembela Islam (FPI) dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dikenai sanksi denda secara administratif sebesar Rp50 juta oleh Pemprov DKI Jakarta. Surat pemberian sanksi itu dikirimkan pada Minggu, 15 November 2020.

Sanksi denda Rp50 juta itu disebut FPI sudah dibayar lunas kepada Pemprov DKI. Pihak panitia sudah mengupayakan protokol kesehatan. Namun, ternyata antusias massa di luar dugaan yang hadir begitu besar.