Kerumunan di Megamendung, Polda Jabar Periksa Habib Rizieq 10 Desember

Dedy Priatmojo, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengagendakan memeriksa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Habib Rizieq direncanakan akan diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

"Rencana kita panggil Bapak HRS tanggal 10 itu diagendakan oleh penyidik dari Polda Jabar," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Erdi Adrimulan Chaniago, Jumat, 4 Desember 2020.

Dalam kasus tersebut, penyidik menerapkan Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan atau Pasal 216 KUHPidana.

"Kasus kerumunan, pelan-pelan kita sudah berhasil untuk mendapatkan keterangan dari saksi yang sudah kita panggil, mudah-mudahan akan mengarah pada satu perbuatan melawan hukum. Memang ada dijadwalkan nanti tanggal 8 dari penyelenggara yaitu dari beberapa orang dari FPI akan dimintai keterangan, penyelenggara yang ada di Megamendung," katanya.

Pihaknya berharap Habib Rizieq tidak menggiring kerumunan massa saat pemeriksaan untuk menghindari potensi penularan COVID-19.

"Seyogyanya yang namanya diperiksa itu kan hanya untuk mendapatkan keterangan atau memberikan keterangan, kita juga mengimbau lah tidak perlu membawa umatnya atau membawa orang-orang dalam jumlah yang banyak, itu tidak ada gunanya," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menaikkan status perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kegiatan Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, 13 November lalu ke tahap penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi CH Patoppoi mengatakan, penetapan itu dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara dan memeriksa sebanyak 12 orang dalam rangka penyelidikan sejak sepekan lalu.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, menurutnya polisi menemukan fakta bahwa pada saat adanya kegiatan Rizieq Shihab, Kabupaten Bogor masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Adapun kegiatan Rizieq Shihab itu berlangsung di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah DPP FPI, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat, 13 November 2020 lalu. Kegiatan itu berlangsung dengan berkerumunnya warga pada saat kedatangan Rizieq Shihab.

Baca juga: Kasus Kerumunan Massa Habib Rizieq, Giliran Dishub DKI Diperiksa