Kerumunan di Pasar Tanah Abang Berkurang, Pedagang Meradang

Dedy Priatmojo, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVAPasar Tanah Abang mendapat pengamanan khusus lantaran pada beberapa waktu lalu terjadi kerumunan massa yang datang untuk berbelanja. Akibatnya, ratusan personel TNI, Polri, hingga pihak pemerintah dikerahkan untuk mengamankan pasar tersebut.

Diketahui, Pasar Tanah Abang mulai ramai dikunjungi warga sejak Sabtu, 1 Mei 2021. Setelah peristiwa itu ramai di media sosial, aparat keamanan langsung bergerak cepat untuk menghindari penularan COVID-19.

Pada Selasa hari ini, 4 Mei 2021, kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang mulai berkurang. Upaya pemerintah untuk mendisiplinkan warga tampak berhasil. Akan tetapi, hal ini berdampak buruk bagi pedagang.

Kerumunan tersebut tampak berkurang di Blok A, B, F, dan Skybridge Pasar Tanah Abang. Meski di dalam pasar berkurang, namun area luar tampak masih tampak keramaian, yakni di depan ketiga blok tersebut.

Meski telah diimbau untuk tak berbelanja, namun masih ada sejumlah pengunjung yang datang langsung ke Pasar Tanah Abang. Tapi tak seramai sebelumnya dan pengunjung tampak mengenakan masker secara benar.

Sementara di luar, tampak berdiri sebuah posko pengamanan dan pengawas dari tiga pilar DKI Jakarta. Terdapat sejumlah personel TNI yang memantau aktivitas warga di Pasar Tanah Abang. Sesekali, terdengar suara dari pengeras suara pasar, yang mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Puput (22), seorang pedagang di Pasar Tanah Abang itu mengeluh, karena menurunnya jumlah pengujung pasar yang berbelanja. Berkurangnya pembeli itu berpengaruh besar pada pendapatan yang ia peroleh dari hasil berjualan pakaian.

"Sepi kayak gini sudah sejak pagi. Ya ada orang lewat dikit, cuma satu atau dua. Omzet saya turun parah dibanding kemarin," kata Puput di lokasi.

Sedangkan, pada Sabtu lalu, pendapatannya mencapai Rp2,7 juta. Kemudian ketika Minggu, ia memperoleh pendapatan mencapai Rp1,5 juta. Berkurangnya pendapatan Puput ini disebabkan oleh pengamanan super ketat oleh aparat, agar tak terjadi lagi kerumunan di Pasar Tabah Abang.

"Sepi lah pokoknya. Kemarin (Senin) masih dapat Rp700 ribu, tapi hari ini malah kurang lagi. Rugi kalau kayak gini terus," ucapnya.

Bagi dia, pembatasan yang dilakukan pemerintah terlalu berlebihan. Ia tak begitu keberatan apabila kerumunan harus dihentikan, tapi tidak dengan membuat pasar menjadi sepi seperti sekarang.

"Iya dibatasi nggak papa, tapi nggak kayak gini juga kali. Ini tuh udah parah banget. Ini kondisi penjualan udah sama kayak sebelum puasa," jelas Puput.