Kerumunan di Tanah Abang Dicap 11-12 India, Anggota DPR Khawatir

Ezra Sihite, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menyoroti peristiwa kerumunan masyarakat yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Menurut Charles, hal yang terjadi di Tanah Abang tak jauh berbeda alias bisa dikatakan dengan istilah 11-12 dengan kondisi yang terjadi di India di mana masyarakat terlihat sangat percaya diri COVID-19 sudah mereda dan lalu abai dengan protokol kesehatan.

"Saya melihat situasi di Indonesia hari ini semacam prakondisi kejadian di India hari ini, di mana kalau kita melihat Indonesia hari ini masyarakat sudah mulai melonggarkan disiplin protokol kesehatan, contohnya kalau kita lihat video yang viral beberapa hari yang lalu di pasar tanah Abang," kata Charles, di Gedung DPR, Selasa 4 April 2021

Kondisi kata dia seperti ini harus bisa dicegah jangan sampai terulang. Sebab jika terus-menerus ada kerumunan massa dan masyarakat abai dengan protokol kesehatan, bukan tak mungkin angka penularan COVID-19 akan semakin melonjak.

"Itulah 100 ribu orang mengunjungi pasar tanah Abang di weekend kemarin, berjubel bahkan banyak yang tidak menggunakan masker, tidak menerapkan prokes, jadi saya katakan kondisi di Indonesia hari ini kalau kita teruskan seperti ini, ini bisa menjadi prolog untuk kejadian seperti di India," ujarnya

Charles karena juga meminta pemerintah agar terus mengetatkan peraturan.

"Saya rasa pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk melarang mudik sudah sangat tepat, karena tentunya pergerakan manusia dari berbagai wilayah di Indonesia, itu nantinya akan menambah atau menjadi katalis adanya peningkatan angka penularan COVID-19 di Indonesia," kata Charles lagi.

Dia menambahkan, "Pemerintah harus menggalakkan disiplin Protokol kesehatan karena memang senjata yang paling ampuh untuk menahan laju penularan COVID ya disiplin prokes," ujarnya.

Sebelumnya, kepadatan pengunjung di Pasar Tanah Abang, beberapa hari lalu sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak tidak ada jarak antarpengunjung. Tak hanya pasar, Stasiun KRL Tanah Abang juga diberitakan sangat membeludak pengunjungnya hingga berdesak-desakan tanpa menjaga jarak.