Kerumunan Vaksinasi di Medan Ricuh Tak Terkendali, Ini Sebabnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gebyar Vaksin Presisi di Gedung Olahraga (GOR) Pemprov Sumatera Utara Selasa, 3 Agustus 2021 di Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, berakhir ricuh. Masyarakat yang akan menjalani vaksinasi massal COVID-19 tersebut saling berdesakan hingga dilaporkan ada yang pingsan.

Vaksinasi massal dilaksanakan di wilayah hukum Polrestabes Medan itu juga menimbulkan kerumunan orang dan tanpa mengatur jarak. Situasi ricuh ini membuat petugas kepolisian kewalahan untuk mengatur warga sudah menunggu lama di luar GOR sejak pagi hari hingga Selasa sore.

Ribuan masyarakat sudah menunggu lama kesal karena vaksinasi digelar oleh pihak kepolisian dinyatakan sudah habis. "Jangan masuk. Jangan masuk. Vaksin habis," teriak petugas.

Salah seorang warga, Tyas mengatakan dia bersama sejumlah temannya diminta untuk berkumpul terlebih dahulu di Polsek Percut Seituan. Kemudian, mendaftar dan diarahkan menuju GOR lokasi vaksinasi massal.

"Kita kumpul Polsek Percut Seituan jam 12.00 WIB. Kemudian diantar ke sini (GOR) pukul 13.00 WIB. Sampai sini di suruh nunggu di atas. Kemudian dikabari vaksinnya habis," sebut Tyas dengan nada kesal.

Tyas pun harus pulang ke rumah dengan rasa kecewa. Ia dijanjikan oleh pihak kepolisian akan diberitahu lanjutan untuk dilakukan vaksinasi.

Menurut informasi yang didapat Tyas, vaksin habis karena banyak orang yang tidak terdaftar juga ikut melakukan vaksinasi. "Katanya banyak penyusup," sebut Tyas.

Meski sudah menunggu lama, Tyas akhirnya tidak jadi melakukan vaksin. Petugas hanya mengatakan kepadanya akan memberikan kabar lebih lanjut jika vaksin nantinya tersedia.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Riko Sunarko mengatakan vaksinasi disediakan hanya 4.000 dosis. Dengan perincian, 3.000 dosis untuk vaksinasi pertama dan 1.000 dosis untuk vaksinasi kedua. Jumlah itu melebihi dari masyarakat yang hadir.

"Bukan kekurangan vaksin. Karena petugas kita juga sudah kita setting untuk jumlah vaksinnya, gak mungkin kita lebih. Sekarang saja dari 4.000 sampai jam sekian. Enggak mungkin lagi nambah sekian ribu," kata Riko kepada wartawan.

Riko membantah terjadi kericuhan. Ia mengatakan animo masyarakat tinggi untuk menjalani vaksinasi sehingga jumlah warga yang hadir membludak.

"(Antusiasnya) sangat tinggi. Jadi ada berita kerusuhan apa, gak ada itu. Di sini lihat gak ada apa-apa," ucap Riko.

Riko juga mengatakan jika selama proses vaksinasi pihaknya terus menerus mengingatkan supaya masyarakat menjaga jarak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel