Kerusuhan di Dogiyai, Enam Korban Selamat dan Satu Orang Ditemukan Terkubur

Merdeka.com - Merdeka.com - Usai kerusuhan yang berdampak pada pembakaran sejumlah rumah tinggal di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Sabtu (12/11), personel gabungan berupaya mencari beberapa warga yang dikabarkan hilang.

Kabid Humas Polda Kabid humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Polres Dogiyai, BKO Brimob dan Datgas Damai Cartenz tengah melakukan pencarian terhadap sejumlah warga di antaranya pekerja proyek pembangunan jalan dari CV Mandiri Papua dan Fajar Mustika.

"Pasca kejadian, langsung dilakukan pencarian mulai Pukul 08.30 WIT hingga 19.00 WIT, di sekitar TKP pembakaran. Dan ditemukan enam korban pekerja yakni M. Nasir (34), Alif Padang (48), Randa (37), Lukman (21), Willy (35) dan 1 penjaga kios Ikbal," ujar Musthofa Kamal, Minggu (13/11).

Korban M Nasir, Alif, dan Randa ditemukan Pukul 12.43 WIT di rumah seorang pastoran di Kampung Bukapa.

"Ketiganya baik M Nasir, Alif dan Randa, mereka dibantu masyarakat sekitar untuk diselamatkan dari kerusuhan saat itu," tuturnya.

Dalam pencarian sore hari, kembali ditemukan dua karyawan yakni, Lukman dan Willy, mereka dibawa anggota DPRD Simon Petrus Pikey ke Polres Dogiyai.

"Pada saat kerusuhan Lukman dan Willy menyelamatkan diri ke gereja bersama dua teman lainnya. Namun ada informasi bahwa massa akan ke gereja, sehingga seorang pendeta menyembunyikan mereka di kebun. Sementara dua teman yang lain terpisah dari mereka, dan tak tahu di mana keduanya itu," ucap Kamal.

Setelah dirasa aman, Lukman dan Willy kemudian menuju ke arah Gunung Ugapua untuk bersembunyi. Di sana keduanya ditemukan oleh seorang guru. Dan kemudian seorang guru itu mengantar mereka ke Simon Petrus, dan selanjutnya diantar ke Polres Dogiyai.

"Untuk Lukman ia mengalami luka bacok juga patah tulang di tangan, sementara willy masih trauma," tuturnya.

Pada malam harinya, kembali ditemukan satu korban atas nama Ikbal di sekitaran Kampung Ikebo. Korban ditemukan dalam kondisi sudah terkubur tidak jauh dari rumahnya yang hangus terbakar.

"Mayat saudara Ikbal kami temukan di dalam tanah dengan kondisi terkubur secara tak layak. Kami mengetahui hal tersebut juga atas informasi yang diberikan oleh Bapak Simon Petrus Pikey," tutur Kamal.

Dia menyampaikan bahwa saat ini korban selamat telah diamankan di Mapolres Dogiyai bersama masyarakat lainnya, dan untuk korban meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya disemayamkan di kampung halamannya.

"Masih terdapat lima pekerja yang belum ditemukan dan diketahui kondisinya, yakni atas nama Refli, Iwan, Apus, Roni dan Joni. aparat Kepolisian akan kembali melanjutkan pencarian saat terbit matahari," pungkasnya. [cob]