Kerusuhan di Dogiyai Papua Tengah, Dua Polisi Terluka dan Empat Warga Sipil Hilang

Merdeka.com - Merdeka.com - Puluhan rumah petak dan sejumlah kantor dibakar warga yang melakukan aksi anarkistis di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Sabtu (12/11). Empat warga juga dilaporkan hilang dan tiga orang terluka dalam peristiwa itu, termasuk dua personel kepolisian.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan warga sipil yang hilang yakni seorang ibu dengan dua anaknya. "Seorang lainnya yang dilaporkan hilang oleh keluarga," kata Kamal di Jayapura, Minggu (13/11).

Dia memaparkan, aksi anarkistis itu berawal dari kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang anak bernama Noldi Goo (5) di Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Bocah itu meninggal dunia akibat ditabrak truk.

Sekelompok orang kemudian mengamuk. Mereka membakar truk yang diduga menabrak Noldi.

Selanjutnya massa juga melakukan pembakaran di beberapa titik termasuk, kantor pemerintah dan rumah warga.

Situasi Berangsur Kondusif

Hingga Minggu dini hari massa masih melakukan pelemparan batu dan anak panah ke petugas yang berjaga-jaga. Petugas membalas dengan melepaskan tembakan peringatan untuk menghalau massa agar tidak mendekat.

Tercatat tiga orang terluka dalam peristiwa itu. Dua di antaranya anggota Polres Dogiyai.

"Belum bisa dipastikan berapa besar kerugian akibat amuk massa karena rumah warga yang dibakar sekitar 80-an rumah petak dan dua truk, " kata Kamal seperti dilansir Antara.

Kamal mengatakan, saat ini situasi di Kabupaten Dogiyai berangsur-angsur kondusif. Petugas keamanan masih bersiaga, terutama di sejumlah wilayah yang dianggap rawan.

Dua pleton Brimob dari Nabire sudah dikerahkan ke Dogiyai untuk memperkuat aparat keamanan yang ada di wilayah itu.

"Mudah-mudahan kondisi keamanan kembali kondusif sehingga aktivitas masyarakat kembali normal, " harapnya.

[yan]