Kerusuhan di Sumbawa tak Terkait Sengketa Lahan dengan Newmont

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kabarnya polisi, tentara dan polisi hutan melakukan pembakaran terhadap puluhan rumah milik warga adat Pekasa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari areal lahan yang disebut-sebut milik PT Newmont.

Namun Mabes Polri membantah adanya keterlibatan polisi dan lahan yang ditempati warga adat merupakan hutan lindung. "Masih ditelusuri apakah milik Newmont atau bukan, tapi itu lokasi hutan lindung," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/12).

Saud membantah pelaku pembakaran dan pengusiran merupakan anggota dari Polri. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran tersebut. Namun ia mengatakan warga yang menjadi korban itu sekitar 20 kepala keluarga (KK) mengaku lahan yang ditempati tersebut merupakan tanah adat.

Warga yang tinggal di hutan lindung itu juga berasal dari suku campuran, seperti dari Lombok dan Sulawesi serta mengaku telah lima sampai tujuh tahun tinggal di tempat tersebut. Ia mengaku masih mendalami kasus pembakaran dan pengusiran itu.

"Belum tahu pelakunya. Apakah legal atau tidak, kita lihat statuta-nya dulu. Harus jelas peruntukannya akan kita lihat dari petanya. Tapi di peta memang hutan lindung," kelitnya.

Sebelumnya, dikabarkan polisi, tentara, dan polisi hutan membakar puluhan rumah milik warga adat Pekasa di Kabupaten Sumbawa, NTB. Pembakaran itu untuk mengusir warga dari wilayah tersebut. Pasalnya, tempat tinggal warga adat Pekasa itu merupakan areal lokasi tambang PT Newmont. Bilal Ramadhan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.