Kerusuhan Palopo Direncanakan  

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri tengah mengusut siapa orang maupun kelompok di balik kerusuhan pemilihan kepala daerah di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Sebab, polisi meyakini aksi anarkistis tersebut dilakukan terencana.

"Kalau ada fakta terkait siapa yang mendanai kelompok yang rusuh itu akan kami lihat perkembangannya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di kantornya, Rabu, 3 April 2013.

Hingga kini, Kepolisian belum menemukan indikasi adanya pihak yang mendanai aksi tersebut. Namun, ia memastikan aksi berawal dari ketidakpuasan hasil pleno Komisi Pemilihan Umum Palopo. "Teman-teman bisa menganalisis pihak mana yang posisinya unggul dan tidak unggul," ujar dia.

Kerusuhan di Kota Palopo terjadi pada Minggu, 31 Maret 2013. Massa dari salah satu calon wali kota diduga bertindak brutal dengan membakar sejumlah gedung vital di Kota Palopo, termasuk kantor surat kabar harian Palopo Pos dan surat kabar Fajar Biro Palopo.

Rusuh di Palopo bermula saat Komisi Pemilihan Umum Daerah Palopo menetapkan pasangan Judas Amir-Ahmad Syarifuddin (JA) sebagai pemenang pemilihan kepala daerah dengan perolehan 37.469. Sedangkan rivalnya, Haidir Basir-Thamrin Jufri (Hati), meraih 36.731 suara. Selisih antara keduanya hanya 738 suara.

Menurut Boy, aksi disinyalir melibatkan sekitar 500 orang. Namun, baru enam orang yang sudah ditangkap polisi di Palopo. Mereka di antaranya berinisial AT, S, S, M alias I, serta WS alias C.

"Pengusutan lebih difokuskan pada pelaku aksi anarkistis yang diduga bertindak dalam penyerangan dan pembakaran," ujar dia.

TRI SUHARMAN

Baca juga :

6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja

Gara-gara Dahlan Iskan, Dirut RNI Diusir DPR 

Kasus Upeti DPR, Dirut RNI Ismed Jadi 'Terdakwa' 

Ribuan Ton Daging Sapi Impor Tidak Masuk Karantina

Pasar Jongkok Otomotif Digelar di Senayan Pekan Ini

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.