Kesaksian Amber Heard tentang Johnny Depp yang berubah jadi kasar

Aktor "Aquaman" Amber Heard terlihat menahan tangis, Rabu (4/5), ketika bersaksi bahwa mantan suaminya, Johnny Depp, melakukan kekerasan fisik, dimulai dengan tamparan ketika dia menertawakan salah satu tato Depp dan "cavity search" di tubuhnya untuk kokain.

Untuk pertama kalinya, Heard berada di bangku saksi setelah kasus defamasi diangkat oleh Depp. Aktris 36 tahun itu mengaku hubungannya dengan sang aktor terasa bagai indah sampai akhirnya dinodai kekerasan.

Kekerasan fisik pertama dari Depp, klaim Heard, adalah ketika dia bertanya apa yang tertulis di salah satu tatonya yang memudar. Heard mengatakan Depp menjawab, "Wino", lalu Heard tertawa, berpikir itu adalah lelucon.

"Dia menampar wajah saya," kata Heard. "Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya hanya menatapnya."

Baca juga: Amber Heard disebut manfaatkan perilisan "Aquaman"

Heard mengatakan Depp menamparnya dua kali lagi dan berkata, "kau pikir itu lucu, brengsek?".

Depp yang kini berusia 58 tahun sebelumnya bersaksi dia tidak pernah memukul Heard dan mengatakan justru Heard yang melakukan kekerasan.

Bintang "Pirates of the Caribbean" itu menuntut Heard sebesar 50 juta dolar AS, mengatakan sang mantan istri menodai namanya ketika mengklaim dia adalah korban kekerasan domestik. Heard balas menuntut 100 juta dolar AS, mengatakan Depp menodai namanya karena menyebutnya pembohong.

Heard, yang ekspresinya berganti antara menangis dan berbicara tenang, mengatakan dia tak meninggalkan Depp karena dia ingin mempercayai permintaan maaf dan janji untuk tidak memukulnya.

Namun, kata Heard, Depp beberapa kali melakukan kekerasan, biasanya ketika minum alkohol atau mengonsumsi obat-obatan. Ketika pergi bersama teman-temannya pada akhir pekan Mei 2013, Heard mengatakan Depp marah dan malam itu merobek gaunnya, merobek pakaian dalam dan memasukkan jari "ke dalam" tubuhnya.

"Dia melakukan 'cavity search'," katanya. "Dia mencari obat-obatnya, kokainnya."

Sebelumnya, psikolog Dawn Hughes berasksi bahwa Heard mengatakan kepadanya bahwa Depp memasukkan jari ke dalam vaginanya untuk mencari kokain.

Kasus bermula dari tulisan opini yang ditulis Heard di Washington Post pada 2018 yang tak pernah menyebut Depp, tapi pengacara Depp mengatakan sudah jelas Heard merujuk kepada sang aktor. Depp mengatakan tuduhan Heard bahwa dia melakukan kekerasan domestik membuatnya kehilangan segalanya.

Dalam testimoni sebelumnya, Depp mengatakan pertengkaran mereka soal tato "Wino" yang awalnya merupakan nama mantan kekasihnya, Winona Ryder, "tidak pernah terjadi".

Depp menuturkan, justru Heard yang melakukan kekerasan fisik selama hubungan mereka, termasuk melempar botol vodka yang membuat ujung jari tengahnya terputus.

Heard membantah telah melukai jari Depp, sementara tim hukum Heard berargumen aktris itu mengatakan hal yang sebenarnya di dalam artikel opini dan pendapat itu dilindungi oleh kebebasan berpendapat.

Baca juga: Psikolog sebut Amber Heard menderita PTSD

Baca juga: Amber Heard sewa firma humas baru untuk lawan Johnny Depp

Baca juga: Petisi hapus Amber Heard dari "Aquaman 2" capai 2,6 juta tanda tangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel