Kesaksian Dokter: Makin Banyak Anak Muda Masuk ICU karena COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Irandi Putra Pratomo memperlihatkan secara langsung kondisi yang terjadi di rumah sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Melalui tayangan Mata Najwa, dokter yang mengenakan APD lengkap itu memperlihatkan kondisi di ruangan ICU COVID-19.

"Saya berada di ICU COVID-19. Yang seharusnya 25 orang, sekitar 20 indikasi untuk masuk ICU tetapi ternyata penuh sampai sekarang. Karena memang pasiennya masih perlu ditangani di ICU," ujarnya dalam tayangan Mata Najwa, yang diunggah ulang di Instagram, dikutip VIVA, Jumat 25 Juni 2021.

Dokter Irandi lebih lanjut mengungkapkan, sejauh ini pasien-pasien yang dirawat di ICU, angka kesembuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian. Namun, tetap butuh waktu dan effort besar untuk penyembuhannya.

"Secara umum masih angka kesembuhannya lebih tinggi ya. Walaupun dalam proses menuju kesembuhannya itu perlu waktu dan juga artinya menahan laju masuk pasien yang menunggu di bawah tadi. Untuk ICU sebagian besar sudah (pakai) ventilator," ungkap dia.

Secara umum, menurut Irandi, rata-rata mereka yang dirawat di ICU memakan waktu sampai 2 minggu. Tapi, ada juga yang sampai 3 - 4 minggu.

"Bayangkan untuk menunggu selama itu. Memang pada akhirnya mungkin akan sembuh selama perawatan di IGD atau sayang sekali akan meninggal selama di IGD," tuturnya.

Yang tak kalah mengejutkan adalah, jika sebelumnya pasien yang masuk ICU sebagian besar mereka yang berusia lanjut atau memiliki komorbid, lain hal dengan kondisi yang terjadi sekarang.

"Untuk pasien ICU, saya lihat di sini yang tadinya sebagian besar usia tua dengan penyakit penyerta atau komorbid itu lebih dominan. Cuma makin ke sini, saya lihat usia muda dengan atau tanpa komorbid pun bisa masuk ICU," pungkas dr. Irandi Putra Pratomo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel