Kesaksian Korban Longsor Tambang Giok: Satu Menit, Semua Orang Hilang

Lutfi Dwi Puji Astuti, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA Longsor yang melanda tambang batu giok di daerah Hpakant, Kachin, Myanmar Utara telah menewaskan 162 orang dan melukai 54 orang. Ini merupakan longsor terparah yang pernah terjadi di wilayah itu.

Salah seorang penambang yang berada di lokasi longsor, Maung Khaing mengatakan kejadian itu terjadi saat dirinya sedang melihat tumpukan sampah dan tiba-tiba saja orang-orang berteriak "lari-lari,".

"Dalam satu menit, semua orang di bawah (bukit) menghilang," kata Khaing dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 3 Juli 2020. "Aku merasa kosong di hatiku. Aku masih merinding. Ada orang yang terjebak di lumpur berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang bisa membantu mereka," sambungnya.

Baca Juga: Waspada Bahaya Sinar UV Pukul 10.00-13.00 Hari Ini

Seorang relawan penyelamat, Than Hlaing mengatakan mereka yang tewas merupakan pekerja informal yang memulung limbah yang ditinggalkan oleh perusahaan pertambangan yang lebih besar.

"Tidak ada harapan bagi keluarga untuk mendapatkan kompensasi karena mereka adalah penambang lepas," katanya.

"Aku tidak melihat rute untuk keluar dari siklus semacam ini. Orang-orang mengambil risiko, pergi ke tempat pembuangan sampah, karena mereka tidak punya pilihan," sambungnya.

Global Witness yang merupakan pengawas lingkungan yang bermarkas di London, menganggap kecelakaan itu merupakan kegagalan pemerintah dalam mengatasi penambang lepas.

"Pemerintah harus segera menangguhkan penambangan skala besar, ilegal dan berbahaya di Hpakant dan memastikan perusahaan yang terlibat dalam praktik ini tidak lagi dapat beroperasi," katanya dalam sebuah pernyataan.