Kesaksian Penjaga Rumah soal Private Party di Depok: Saya Tertipu

Merdeka.com - Merdeka.com - Penjaga rumah di Blok AH Pesona Depok, Tiar mengaku kecolongan dengan private party yang dihadiri ratusan remaja pada Sabtu (4/6) malam. Dia tidak menyangka rumah yang dijaganya dijadikan lokasi dugem.

Ketika datang menghubungi Tiar, penyewa mengaku sebagai mahasiswa. Tempat itu katanya akan digunakan untuk acara ulang tahun.

Saat mendapati acara yang digelar ternyata pesta dugem, Tiar mengaku sudah menegur. Namun dia tidak dapat berbuat apa-apa karena rumah sudah dipenuhi pengunjung.

"Saya juga kena tipu sama mereka. Awalnya mereka bilang dari kampus buat acara ulang tahun, makanya harga juga untuk pelajar, ternyata malah acara kaya gitu," katanya, Senin (6/6).

Bukan Pesta Bikini

Tiar menegaskan yang hadir malam itu tidak ada yang mengenakan bikini. "Celana pendek doang, bukan bikini. Saya keberatan banget karena merugikan saya," ungkapnya.

Rumah bercat putih dan abu-abu itu memang sering digunakan untuk keperluan acara keluarga dan kampus. Harga yang ditawarkan berbeda-beda. "Kalau mahasiswa Rp 4,5-5 juta. Kalau bukan mahasiswa Rp15 jutaan," ucapnya.

Dia mengaku banyak kejanggalan terjadi sebelum acara digelar. Salah satunya pemesanan tempat yang dilakukan mendadak hingga tidak adanya persiapan acara pada H-1.

"Acara itu aneh, serba dadakan. Mereka nyewanya dua atau tiga hari sebelum acara, kaya tergesa-gesa gitu. Ngomongnya acara jam 8 malam, tapi jam 5 sore belum ada persiapan," bebernya.

Tiar menceritakan, mulanya ada dua orang yang menghubunginya untuk menyewa rumah dua lantai itu. "Jadi pertama ada perempuan yang ngehubungin, kemudian kedua lain orang," jelasnya.

Pengunjung 400 Orang

Saat acara digelar, Tiar mengaku sempat heran dengan penyelenggaraan acara itu. "Sempat sih (menegur) tapi kan udah banyak begitu mau bubarin (susah). Akhirnya datang dari pihak polres," jelasnya.

Malam itu diperkirakan 400 orang yang datang. Area parkir pun penuh hingga ke lantai dua. "Kemarin hampir 400, sedangkan kapasitas di sini cuma 100 orang," ungkapnya.

Dia mengakui ada temuan minuman keras saat pesta. "Minuman keras," katanya.

Tes Urine Negatif

Hal itu pun dibenarkan Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno. Dari tes urine yang dilakukan acak, tidak ditemukan pengunjung yang positif narkotik.

"Di sana memang terdapat pesta di dalam suatu rumah, ada minuman keras juga. Untuk narkoba memang sudah dilakukan tes urine random beberapa pengunjung. Tidak ditemukan positif narkoba," jelasnya.

Dia menegaskan, pesta tersebut bukan bikini party. Tidak ada pengunjung yang mengenakan pakaian renang pada malam itu. Namun memang kebanyakan pengunjung menggunakan pakaian seksi.

"Bukan pesta bikini. Mengenakan pakaian, nggak ada yang pakai bikini, tapi bisa dikatakan seksi," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel