Kesaksian Petugas Swab Patahkan Skenario Ferdy Sambo, Tak PCR di Saguling

Merdeka.com - Merdeka.com - Tenaga kesehatan atau petugas swab dari Smart Co Lab yakni Nevi Afrilia can Ishbah Azka Tilawah dihadirkan menjadi saksi pembunuhan Brigadir J. Kesaksian nakes itu mematahkan skenario Ferdy Sambo terkait tes PCR yang dilakukan.

Awalnya, Nevi membenarkan, ketiga terdakwa termasuk kliennya. Beberapa kali, Nevi diminta datang untuk melakukan tes usap polymerase chain reaction (PCR).

Seingatnya, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Bripka Ricky Rizal Wibowo lebih dari 10 kali menjalani tes PCR sejak Januari 2022.

"Kecuali Kuat Maruf. Iya (kurang dari 10 kali)," kata dia.

Terakhir kali pada 8 Juli 2022. Sekira pukul 13.30 Wib, Nevi mengaku dihubungi oleh seseorang Ariyanto yang memintanya datang ke Saguling III No.29, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Saya sampai sana sekitar 15.25 Wib," kata dia.

Nevi menyebutkan Putri Candrawathi, Susi, Richard Eliezer dan Yoshua, menjalani tes PCR. Sementara, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf, Ferdy Sambo tak ikutan.

"(Hasilnya) Negatif," ujar dia.

Tak lama kemudian, Nevi meninggalkan lokasi pada 15.50 Wib.

Sebelum Nevi, Ishbah Azka Tilawah dipanggil lebih dahulu oleh Ferdy Sambo ke Mabes Polri pada 7 Juli 2022. Ketika itu, Daden Miftahul Haq bersama dengan Ferdy Sambo hendak menjalani tes PCR.

"Jam 7 pagi di Mabes Polri. Ya betul (cuman mereka berdua)," ucap Ishbah.

Sebelumnya, dalam skenario Ferdy Sambo ia menyebut melakukan tes PCR di rumah Saguling saat peristiwa pelecehan yang dituduhkan kepada Brigadir J terjadi.

Hal itulah yang dijadikan alibi oleh Ferdy Sambo. Namun, dalam kesaksian tenaga kesehatan mematahkan skenario Sambo.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]