Kesaksian Timsus Polri: Rekaman CCTV ke Arah Rumah Ferdy Sambo Dihilangkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota tim Dirtipidsiber Polri Kompol Aditya Cahya Sumonang mengaku mendapat kabar DVR CCTV di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, kosong dari senior Publabfor Polri yang melakukan pemeriksaan, Kompol Heri. Anggota timsus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini kemudian melakukan penyelidikan setelah mengetahui DVR CCTV untuk mengusut kematian Brigadir J tersebut hilang.

"Kami mendapat informasi dari senior kami, kebetulan yang melakukan pemeriksaan Kompol Heri, senior kami. Bahwa tiga unit DVR yang diserahkan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan itu semuanya tidak ditemukan data elektronik apapun," kata Aditya saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan obstruction of justice pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (27/10).

Dari informasi tersebut, Aditya kemudian melakukan pendalaman dengan mewawancarai langsung petugas sekuriti kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, pada 8 Agustus 2022. Terlebih, saat itu tim Puslabfor Polri belum mengetahui tiga DVR CCTV diperiksa itu yang mana berasal dari pos satpam kompleks Polri Duren Tiga.

"Setelah itu kami turun ke lapangan, kami melakukan wawancara langsung dengan Pak Marjuki, yang memberikan informasi kepada kami 'Pak ini dusnya masih ada'. Dari dus itulah kami bisa mencocokkan serial numbernya dengan DVR yang ada di Puslabfor. Di situ kami baru mendapat keyakinan bahwa memang DVR yang berada di dalam pos sekurity itu sudah tidak ada," ujar Aditya.

Aditya kemudian melaporkan dugaan pengerusakan dan hilangnya barang bukti elektronik Kompleks Duren Tiga ke Mabes Polri pada 9 Agustus 2022 dan tanggal 10 Agustus 2022. Laporan tersebut kemudian naik dari penyelidikan ke penyidikan.

"Itu DVR di mana kami tidak tahu, beliau pun juga tidak tahu. Tidak ada data sama sekali di dalamnya," ujar Aditya.

"Dua terdakwa tidak pernah melihat barbuk itu?" tanya hakim.

"Tidak pernah tahu. Jadi kami yakin bahwa di pos sekuriti itu sudah menggunakan dengan yang baru. Yang sebelumnya mereknya pun berbeda," jawab Aditya.

Hakim terus melontarkan pertanyaan kepada Aditya, mulai dari arah kamera CCTV hingga ada tidaknya keterlibatan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria dengan Timsus bentukan Kapolri.

"Satu kamera yang mengarah ke rumah pak Ferdy Sambo," kata Aditya.

"Ada data yang hilang setelah dibuka, atau terpotong?" tanya hakim.

"Hilang secara keseluruhan," jawab Aditya.

"Dari mana diketahui?" tanya hakim.

"Pemeriksaan hard disknya, harusnya itu ada penyimpanan pemeriksaan kamera," jawab Aditya.

"Menurut saudara?" sambung Hakim.

"Menurut kami dihilangkan," ujar Aditya.

Reporter: Nanda Perdana Putra [gil]