Kesaksian Warga, Detik-Detik Kecelakaan Maut di Cibubur

Merdeka.com - Merdeka.com - Muhammad Anwar (42), salah seorang driver ojek online yang menjadi saksi kecelakaan truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Jakarta Timur. Atas insiden tersebut, sebanyak 11 orang dikabarkan meninggal dunia.

"Saya mengetahui kejadian kronologi awal dapat orderan food dari Mall Citragreen, muter balik ada kejadian truk tangki itu pertama nyundul seorang wanita pakai motor," katanya di lokasi kejadian, Senin (18/7).

"Itu kita enggak tahu, terseret deh pokoknya ya tiba-tiba sampai di sini itu sudah tidak berpakaian. Nah itu setahu saya ngangkat cuma 2 mayat. Setahu saya yang di bawah tangki itu ada 12. Yang selamat itu 6 yang saya tahu itu," sambung Anwar.

Dia menyebut, titik awal kejadian kecelakaan tersebut dari depan Mitra10. Saat itu, Anwar menduga, kecepatan truk tersebut mencapai 50 kilometer perjam.

"Namanya turunan ini kan berbahaya, di depan ada lampu merah, curam, nah di situ. Ya mobil yang ini, orang pada keluar (denger suara tabrakan besar)," sebutnya.

"Setengah 4 pas (kejadian), kalau kejadian jam 5 jam kerja orang pulang bahaya itu. Makin banyak korban kali kalau jam 5-an," terangnya.

Pengendara Terseret

Dalam mobil berwarna merah dengan plat nomor F 1891 NQ, Anwar mengungkapkan, terdapat empat orang penumpang. Tiga orang diantaranya orang dewasa serta satu orang anak SMP.

"Yang meninggal ibu-ibu mukanya udah hancur, kejepit," ujarnya.

Tak hanya itu, pada saat kejadian tersebut banyak warga yang berteriak. Terlebih, ada pengendara yang terseret oleh truk tangki Pertamina tersebut.

"Banyak sih warga, ojol udah banyak (teriak). Begitu wanita keseret, saya bilang 'itu di bawah ada yang keseret.' Dia bilang 'rem blong rem blong' gitu doang," katanya.

Ketika itu, supir serta kernet truk tangki Pertamina selamat. Namun,d ia tak mengetahui keduanya itu dibawa kemana.

"(Sopir) Diamankan sama kernet satu, sopirnnya selamat enggak kenapa-kenapa. Enggak tahu dibawa ke mana itu. Di motor sih udah enggak ada yang berbentuk motor, sudah enggak bisa dibenerin lagi itu udah parah," ungkapnya.

Tak Temukan Jejak Rem

Polisi tidak temukan bekas jejak rem dari truk BBM Pertamina dalam kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Meski begitu, kepolisian akan memeriksa supir truk tersebut.

"Kalau kami cek di lapangan ini sementara belum ada bekas rem. Tapi untuk lebih lanjut kami akan melakukan pemeriksaan kendaraan ini dengan teknisi. Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sopir," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk melakukan evakuasi terhadap truk tersebut. Pasalnya, truk itu dalam keadaan terisi oleh BBM.

"Katanya isi. Akan kita cek lebih lanjut. Kita akan koordinasi dengan Pertamina untuk mengosongkan untuk melakukan evakuasi dengan alat berat. Sementara supir dan kernet sudah diamankan," katanya.

11 Orang Meninggal Dunia

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk BBM Pertamina bernomor polisi B 9598 BEH di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman menerangkan, truk Pertamina itu melaju dari arah Cibubur menuju Cileungsi, di lokasi yang kondisi jalannya menurun.

"Kondisi jalan menurun dan di TKP ada lampu merah, ada kendaraan yang sudah berhenti," kata Kombes Latif Usman.

12 Kendaraan Terlibat Kecelakaan

Kata dia, terdapat 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut hingga menewaskan 11 orang orang. Kendaraan yang terlibat yakni dua unit roda empat dan 10 roda dua.

"Sementara korban ada di (RS Polri) Kramatjati. Ada 11 orang meninggal dunia. Tapi ini kita cek kembali," kata dia

Informasi yang dihimpun, truk Pertamina itu mengalami rem blong saat berada di jalan menurun, hingga supir tak mampu menghentikan laju kendaraannya, sementara di depannya terdapat pengendara lain yang sedang menunggu lampu merah. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel